Mike Pence Buat Marah Trump dengan Akui Tidak Miliki Kuasa untuk Tolak Hasil Pemilu AS 2020

Kompas.com - 07/01/2021, 08:55 WIB
Wakil Presiden AS Mike Pence. AFP / RHONA WISEWakil Presiden AS Mike Pence.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden AS, Mike Pence yang mendapatan tekanan dari Donald Trump dan para sekutunya, angkat suara bahwa seorang wakil presiden tidak dapat mengklaim "otoritas sepihak" untuk menolak suara elektoral negara bagian.

Pence mengakui pada Rabu (6/1/2021) bahwa dia tidak memiliki kekuatan untuk membatalkan hasil pemilu AS 2020 yang menjadikan Joe Biden dari Partai Demokrat sebagai presiden berikutnya, seperti yang dilansir dari Associated Press (AP) pada Kamis (7/1/2021).

Pernyataannya menghancurkan harapan Trump yang tidak berdasar bahwa Pence entah bagaimana dapat menemukan cara untuk mempertahankan mereka di kantor kepresidenan.

"Merupakan penilaian saya bahwa sumpah saya untuk mendukung dan membela Konstitusi membatasi saya untuk mengklaim otoritas sepihak untuk menentukan suara elektoral mana yang harus dihitung dan mana yang tidak," tulis Pence dalam sebuah surat kepada anggota Kongres sebelum dia hadir di sana.

Baca juga: Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya Diseret dan Ditembak

Dalam momen luar biasa yang menggarisbawahi perpecahan dramatis antara Trump dan wakilnya yang pernah paling setia, Pence merilis pernyataan tepat setelah dia tiba di Capitol untuk menghitung suara elektoral.

Bahkan ketika presiden memberi tahu ribuan pendukung yang berkumpul di dekat Gedung Putih bahwa Pence bisa membalikkan hasil tersebut.

"Jika Mike Pence melakukan hal yang benar, kami memenangkan pemilihan," kata Trump kepada para pendukung, yang kemudian berbaris melalui Washington dan menyerbu Capitol.

Trump mengeluarkan tweet ketidaksetujuannya terhadap Pence setelah kembali ke Gedung Putih.

“Mike Pence tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi Negara dan Konstitusi kita," tulis presiden AS ke-45 itu.

Baca juga: 10 Mantan Menteri Pertahanan Nyatakan Pemilu AS 2020 Sudah Jelas Berakhir

"Memberikan kesempatan kepada Negara-negara untuk mengesahkan serangkaian fakta yang dikoreksi, bukan yang curang atau tidak akurat yang sebelumnya diminta untuk disertifikasi," tulisnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X