Kisah Umat Beragama di Bangladesh yang Bersatu Perangi Covid-19

Kompas.com - 28/10/2020, 15:00 WIB
Gelar wicara di stasiun televisi Channel I, Bangladesh, yang digelar DW untuk membahas peran agama dalam pandemi corona, Jumat (23/10/2020). DW IndonesiaGelar wicara di stasiun televisi Channel I, Bangladesh, yang digelar DW untuk membahas peran agama dalam pandemi corona, Jumat (23/10/2020).

KOMPAS.com - Ketika wabah virus corona merajalela, muslim Bangladesh bekerjasama dengan umat minoritas untuk meredam dampak pandemi. Hal itu terungkap dalam gelar wicara tentang agama dan corona yang digelar DW di Dhaka, Bangladesh.

Perwakilan dari berbagai agama, termasuk pegiat perempuan muslim, ikut berkecimpung dalam diskusi televisi yang digelar Deutsche Welle di Dhaka, tentang bagaimana agama memberikan sumbangan positif pada penanggulangan wabah corona di Bangladesh.

Pembatasan jarak sosial, higienitas, dan bantuan bagi mereka yang terdampak merupakan tanggungjawab keagaamaan selama krisis, tutur para panelis. Dan darurat kesehatan berdampak kepada semua penduduk, terlepas dari keyakinan masing-masing.

Di pekan pertama Maret silam, Bangladesh mencatat infeksi pertama virus corona. Saat ini, angka penularan sudah mencapai 400.000 kasus, dengan 5.500 angka kematian.

Baca juga: UU Baru Disahkan, 5 Pemerkosa Dihukum Mati di Bangladesh

Gelombang pertama sempat memaksa umat untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, meski hanya untuk sementara waktu.

Awalnya, penduduk kebingungan dan ketakutan, tutur seorang panelis. Hal ini mempersulit tugas pemerintah mengimplementasikan aturan kesehatan, menurut AKM Shamsuzzaman, Direktur Institut Nasional Patologi di Bangladesh.

“Ketika pasien pertama diidentifikasi pada 8 Maret, dan satu atau dua pekan kemudian ketika pasien pertama meninggal dunia, semua orang merasa terenyuh," kata dia.

Mufti Waliur Rahman Khan, salah seorang ulama yang aktif di Yayasan Islam, sebuah lembaga keagamaan setara MUI, menyuarakan pandangan serupa.

Baca juga: Kabinet Bangladesh Setujui Hukuman Mati bagi Pemerkosa

Peran Islam

“Di desa-desa, warga sedemikian takut mereka malah semakin sering datang ke masjid. Kami menghadapi tren ini dengan pendidikan moral dan motivasi,” kata Rahman Khan sembari menunjukkan sebuah poster yang bertuliskan hadis Nabi Muhammad untuk mengajak warga taat pada aturan pandemi.

Khan mengaku pihaknya sudah mendistribusikan poster-poster itu ke semua masjid di Bangladesh. Menurutnya hal itu diperlukan untuk mengadang kabar palsu yang disebar imam-imam lokal yang mencibir aturan pembatasan sosial atau menentang aturan penutupan masjid.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Baru Militer AS: Tentara Wanita Diizinkan Gerai Rambut dan Mencat Kuku

Aturan Baru Militer AS: Tentara Wanita Diizinkan Gerai Rambut dan Mencat Kuku

Global
AS Umumkan Pemulihan Hubungan dengan Palestina

AS Umumkan Pemulihan Hubungan dengan Palestina

Global
Lampaui Gaji Presiden AS, Pakar Covid-19 Ini Digaji Rp 489 Juta Per Bulan

Lampaui Gaji Presiden AS, Pakar Covid-19 Ini Digaji Rp 489 Juta Per Bulan

Global
AS-Rusia Sepakat Perpanjang Kesepakatan Pembatasan Senjata Nuklir

AS-Rusia Sepakat Perpanjang Kesepakatan Pembatasan Senjata Nuklir

Global
TKI Parti Liyani Akhirnya Pulang ke Indonesia Setelah 4 Tahun

TKI Parti Liyani Akhirnya Pulang ke Indonesia Setelah 4 Tahun

Global
Tipu Gurunya Saat Belajar Online di Zoom, Anak Ini Dijuluki Jenius

Tipu Gurunya Saat Belajar Online di Zoom, Anak Ini Dijuluki Jenius

Global
Jutawan Kanada Menipu Jadi Karyawan Motel di Daerah Terpencil, demi Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Duluan

Jutawan Kanada Menipu Jadi Karyawan Motel di Daerah Terpencil, demi Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Duluan

Global
Iran Larang Vaksin Covid-19 dari AS dan Inggris, Pilih Vaksin Buatan Rusia

Iran Larang Vaksin Covid-19 dari AS dan Inggris, Pilih Vaksin Buatan Rusia

Global
Pertama Kalinya Gedung Putih Akan Menyertakan Penerjemah Bahasa Isyarat Setiap Konferensi Pers Harian

Pertama Kalinya Gedung Putih Akan Menyertakan Penerjemah Bahasa Isyarat Setiap Konferensi Pers Harian

Global
Angka Kematian akibat Covid-19 Lampaui 100.000, PM Inggris Minta Maaf

Angka Kematian akibat Covid-19 Lampaui 100.000, PM Inggris Minta Maaf

Global
Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya

Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya

Global
Pria Bersenjata di Nigeria Culik Para Anak Panti Asuhan Demi Tebusan Rp 300-an Juta

Pria Bersenjata di Nigeria Culik Para Anak Panti Asuhan Demi Tebusan Rp 300-an Juta

Global
Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?

Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?

Global
Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Global
Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Hampir Sepanjang Tahun Ini

Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Hampir Sepanjang Tahun Ini

Global
komentar
Close Ads X