Raja Malaysia Peringatkan Para Politisi untuk Tidak Seret Negara dalam Ketidakpastian Politik

Kompas.com - 16/10/2020, 19:09 WIB
Raja Malaysia ke-16, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, didampingi Ratu Tunku Hajah Azizah Aminah MAimunah Iskandariah, memberi hormat saat upacara penyambutan di Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Kamis (31/1/2019). AFP / MOHD RASFANRaja Malaysia ke-16, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, didampingi Ratu Tunku Hajah Azizah Aminah MAimunah Iskandariah, memberi hormat saat upacara penyambutan di Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Kamis (31/1/2019).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah pada Jumat (16/10/2020) meminta politisi dalam negeri untuk tidak menyeret negara ke dalam ketidakpastian politik dan mendesak mereka untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan proses konstitusional.

Melansir Reuters pada Jumat (16/10/2020), komentar raja muncul di tengah perebutan kekuasaan atas jabatan perdana menteri antara Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Perebutan jabatan itu terjadi hanya 7 bulan setelah perselisihan lain yang menyebabkan Muhyiddin membentuk pemerintahan.

Baca juga: Anwar Ibrahim Kembali Dipanggil Polisi Malaysia soal Klaim Mayoritas

Anwar dijadwalkan bertemu raja pekan ini untuk membuktikan bahwa dia memiliki mayoritas suara parlemen untuk membentuk pemerintahan baru, dengan bantuan para pembelot dari pemerintahan Muhyiddin saat ini.

Namun, pertemuan lebih lanjut di istana dibatalkan karena pemberlakukan lockdown untuk mengendalikan penyebaran virus corona baru.

Baca juga: Lockdown 2 Pekan, Raja Malaysia Batalkan Audiensi dengan Koalisi Anwar Ibrahim

Tantangan politik terbaru muncul ketika Malaysia bergulat dengan ekonomi yang terpukul oleh virus corona dan lonjakan kasus infeksi baru.

Dalam sebuah pernyataan, istana menyarankan para anggota parlemen untuk menunjukkan kedewasaannya dalam berpolitik dan memahami keprihatinan publik.

Baca juga: Di Depan Raja Malaysia, Anwar Ibrahim Tak Paparkan Daftar Mayoritas Seperti Klaimnya

“Mengenai perkembangan terkini situasi politik negara, Yang Mulia berpesan kepada masyarakat, terutama para politisi, untuk bersama-sama memastikan agar negara tidak lagi terseret ke dalam ketidakpastian politik," kata pihak istana dalam pernyataan resminya.

"Sementara kita semua masih dihadapkan pada berbagai masalah dan masa depan yang sulit karena ancaman epidemi Covid-19," terangnya.

Raja juga mendesak mereka menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan proses hukum yang tertuang dalam Konstitusi Federal.

Baca juga: Satu Jam Bertemu Raja Malaysia, Anwar Ibrahim Akhirnya Keluar

Raja memainkan peran yang sebagian besar bersifat seremonial, tetapi dia dapat menunjuk seorang perdana menteri yang menurutnya kemungkinan besar akan memimpin mayoritas.

Pemerintah baru biasanya dipilih di pemerintahan pusat Malaysia, tetapi istana memainkan peran dalam kasus-kasus tertentu.

Raja menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri tahun ini dalam satu kasus setelah pengunduran diri tak terduga Mahathir Mohamad pada Februari, yang pemerintahannya runtuh karena pertikaian.

Baca juga: Klaim Kantongi Suara Mayoritas, Anwar Ibrahim Dipanggil Polisi Malaysia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X