Presiden Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB, Peringatkan 'Benturan Peradaban'

Kompas.com - 23/09/2020, 10:28 WIB
Presiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China, Xi Jinping memberikan pembelaan yang kuat atas ambisi China pada Selasa (22/9/2020) dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.

Melansir AFP, Rabu (22/9/2020) Xi memperingatkan bahaya dari "benturan peradaban" selama pandemi yang melanda dunia.

Dalam pidato pembukaan yang digagas oleh permintaan mitranya dari Amerika Serikat (AS) Presiden Donald Trump agar China dimintai pertanggungjawaban atas wabah virus corona, Xi mengatakan bahwa persatuan global adalah satu-satunya cara untuk mengatasi krisis.

Baca juga: Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Dunia harus "menentang politisasi dan stigmatisasi" atas pandemi Covid-19, kata Xi dalam pidato yang direkam sebelumnya, mendesak para pemimpin dunia untuk merangkul "konsep keluarga besar... dan menghindari jatuh ke dalam perangkap benturan peradaban."

AS dan China saling mengamati satu sama lain atas serangkaian masalah, mulai dari asal-usul virus corona, dominasi perdagangan dan teknologi, keamanan, sampai sengketa laut.

AS telah mengkritik China karena ambisinya untuk mengontrol Laut China Selatan yang sangat strategis serta upayanya untuk menghancurkan gerakan demokrasi di Hong Kong dan Taiwan.

Baca juga: UU Keamanan Nasional Diklaim akan Mengembalikan Stabilitas Hong Kong

Tapi Xi meyakinkan para pemimpin dunia bahwa negaranya tidak memiliki keinginan untuk melakukan "hegemoni, ekspansi atau kepentingan" apapun.

"China tidak berniat untuk memasuki Perang Dingin dengan negara mana pun," katanya, menegaskan Beijing malah menjadi benteng dari sistem internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia dan mitra yang bersedia dalam menghadapi pergolakan masalah diplomatik.

"Kami menuntut dialog untuk menjembatani perbedaan dan negosiasi guna menyelesaikan perselisihan," pungkasnya.

Baca juga: Xi Jinping: Tidak Boleh Ada Negara yang Bertindak Layaknya Bos Dunia


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Global
Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud Wafat

Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud Wafat

Global
Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Global
Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Global
Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Global
Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Global
Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Global
TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

Global
Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Global
Beruang Ini Jadi Model 'Paling Laris' di Rusia

Beruang Ini Jadi Model "Paling Laris" di Rusia

Global
Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Global
Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Global
komentar
Close Ads X