Xi Jinping: Tidak Boleh Ada Negara yang Bertindak Layaknya "Bos Dunia"

Kompas.com - 22/09/2020, 17:00 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19. Pertemuan ini dilakukan dengan cara video conference, dan Xi melakukannya dari ibu kota China, Beijing, pada 26 Maret 2020. XINHUA/LI XUEREN/EPA-EFEPresiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19. Pertemuan ini dilakukan dengan cara video conference, dan Xi melakukannya dari ibu kota China, Beijing, pada 26 Maret 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mengatakan Beijing tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk mengontrol nasib negara lain dan bertindak layaknya "bos dunia".

Komentar Xi tersebut dilaporkan oleh media yang dikelola pemerintah China Global Times pada Selasa (22/9/2020).

Berbicara pada pertemuan tingkat tinggi dalam memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB), Xi mengatakan tidak ada negara yang berhak mendominasi urusan global, mengontrol nasib orang lain, atau menyimpan keuntungan dalam pembangunan untuk dirinya sendiri.

"Bahkan seharusnya seseorang tidak diizinkan melakukan apa pun yang dia suka dan menjadi hegemon, pengganggu, atau (merasa sebagai) bos dunia," tulis media tersebut mengutip Xi.

Baca juga: Ren Zhiqiang Kritikus Xi Jinping Dipenjara 18 Tahun karena Korupsi

Dalam laporan tersebut, Xi tidak menyebut negara mana pun, meski tampaknya merujuk pada Amerika Serikat ( AS) sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Sebagaimana diketahui baik Negeri “Uncle Sam” maupun Negeri “Panda” belakangan ini bersitegang di segala sektor.

Menyerukan peningkatan representasi negara berkembang di PBB, dia menekankan bahwa organisasi terbesar di dunia tersebut juga harus menegakkan supremasi hukum.

"Mereka tidak boleh dikuasai oleh siapa saja yang mengacungkan tinju kuat ke orang lain," kata Xi.

Baca juga: Presiden Xi JInping Disebut Arsitek Upaya China Menembus Perbatasan dengan India

Dia menambahkan, hubungan antar-negara dan koordinasi kepentingan PBB harus berdasarkan aturan dan kelembagaan.

Xi juga menekankan bahwa negara-negara besar di dunia harus memimpin dengan memberi teladan dalam mengadvokasi dan menegakkan supremasi hukum internasional.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X