UU Keamanan Nasional Diklaim akan Mengembalikan Stabilitas Hong Kong

Kompas.com - 07/07/2020, 12:52 WIB
epa08189822 Hong Kong Chief Executive Carrie Lam speaks during a press conference in Hong Kong, China, 03 February 2020. Lam announced the closing of all land border crossings with mainland China, apart from Shenzhen Bay and the bridge to Macau and Zhuhai, from midnight. Hong Kong confirmed its fifteenth case of coronavirus infection on 02 February. The outbreak originated in the Chinese city of Wuhan and has so far killed at least 361 people with over 17,000 infected, mostly in China.  EPA-EFE/JEROME FAVRE JEROME FAVREepa08189822 Hong Kong Chief Executive Carrie Lam speaks during a press conference in Hong Kong, China, 03 February 2020. Lam announced the closing of all land border crossings with mainland China, apart from Shenzhen Bay and the bridge to Macau and Zhuhai, from midnight. Hong Kong confirmed its fifteenth case of coronavirus infection on 02 February. The outbreak originated in the Chinese city of Wuhan and has so far killed at least 361 people with over 17,000 infected, mostly in China. EPA-EFE/JEROME FAVRE

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, membela Undang-undang (UU) Keamanan Nasional dan mengatakan akan mengembalikan stabilitas Hong Kong.

Dia juga berjanji akan mengimplementasikan UU tersebut dengan penuh semangat sekaligus memberikan jaminan dan peringatan kepada 7,5 juta penduduk Hong Kong.

"Saya memperingatkan kepada orang-orang radikal untuk tidak coba-coba melanggar hukum ini karena konsekuensi hukumnya sangat serius," kata Lam sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa (7/7/2020).

Dia membantah tuduhan bahwa UU tersebut akan membatasi kebebasan warga dan mengecam kesalahan tafsir terhadap dampaknya.

"Ini tentu saja bukanlah malapetaka bagi Hong Kong," sambung Lam. UU tersebut oleh Barat digaungkan sebagai peraturan yang kontroversial.

Baca juga: Kanada Ikut Campur Urusan Hong Kong, China Muak dan Beri Travel Warning

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya yakin seiring berjalannya waktu, kepercayaan diri Hong Kong akan berkembang di 'Satu Negara, Dua Sistem" ini," imbuh Lam.

Pembahasan UU Keamanan Nasional itu sendiri dirahasiakan dan langsung diterapkan tanpa melalui legislatif Hong Kong terlebih dahulu.

UU tersebut menempatkan tindakan subversif, pemisahan diri, terorisme, dan berkolusi dengan pasukan asing sebagai tindak kejahatan.

Peraturan tersebut juga memberikan yurisdiksi China dalam beberapa kasus yang sangat serius.

Analis dan banyak negara Barat memperingatkan tindakan kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat secara damai.

Baca juga: Pakai Kode Khusus, Cara Oposisi Hong Kong Kritik UU Keamanan Nasional

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.