Akibat Cemburu Berlebih, Seorang Pria Tusuk Istrinya Hingga Tewas

Kompas.com - 20/09/2020, 16:08 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

SINGAPURA, KOMPAS.com – Seorang sopir bus, Krishnan Raju (53), curiga berlebih bahwa istrinya, Raithena Vaithena Samy (44), berselingkuh sehingga menikamnya sampai tewas.

Raju akhirnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan sebagaimana dilansir dari The Straits Times, Jumat (18/9/2020).

Raju telah mengaku bersalah pada Juli atas tuduhan pembunuhan terhadap istrinya pada 26 Oktober 2017 di kondominium Loyang Gardens, Singapura.

Awalnya, dia didakwa melakukan pembunuhan di mana dia menyebabkan 13 luka tusuk pada istrinya, termasuk lima di dada yang berakibat fatal.

Tuduhan tersebut dikurangi setelah ia didiagnosis oleh psikiater Institute of Mental Health (IMH) dengan gangguan delusi, yang juga dikenal sebagai cemburu yang tidak wajar.

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, 29 Negara Kecam Arab Saudi

Penderitanya disibukkan dengan pemikiran bahwa pasangannya tidak setia tanpa bukti nyata.

Raju berkhayal tentang ketidaksetiaan istrinya sehingga dia tidak dapat mengatasi pekerjaannya.

Dia mulai banyak minum-minuman keras sepekan sebelum mengakhiri hidup istrinya.

Hakim Hoo Sheau Peng mengatakan bahwa serangan itu "sebagian besar tidak diprovokasi" oleh korban.

Hakim mencatat bahwa serangan itu dipicu setelah Raju mendengarkan rekaman audio percakapan istrinya, yang dia yakini membenarkan kecurigaannya tentang perselingkuhannya.

Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Sempat Merokok dengan Santai Sebelum Naik Taksi

Hakim menerima bahwa dia menyesal dan telah menyerah kepada pihak berwenang keesokan harinya.

Pengadilan sebelumnya mendengar bahwa Raju sangat posesif terhadap Raithena.

Anggota keluarga, termasuk dua anak mereka yang berusia 22 dan 20 tahun, memperhatikan bahwa dia mengawasi keberadaannya.

Hubungan pasangan itu mulai putus pada Desember 2016. Raju merasa bahwa sikap Raithena terhadapnya telah berubah.

Dia mengaku istrinya sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk dan membuat alasan untuk tidak berhubungan seks dengannya.

Baca juga: Trump Sesumbar Selamatkan Putra Mahkota Saudi dari Kasus Pembunuhan Khashoggi

Dia mulai menguntitnya, dan suatu kali muncul di hotel tempat istrinya menginap ketika Raithena pergi ke Malaka, Malaysia, untuk acara perusahaan.

Dia memeriksa telepon dan pakaian dalam dan juga menuduhnya selingkuh di depan anggota keluarga lainnya, yang membuatnya meminta cerai.

Menyusul pertengkaran pada Oktober 2017, ketika dia mengancam akan bunuh diri, Raithena pindah dari kamar tidur utama ke kamar putrinya.

Raju kemudian memasang alat perekam audio di ruangan itu untuk mendengarkan percakapan istrinya.

Pada malam pembunuhan itu, Raju mulai minum saat dia mendengarkan rekaman di mana dia mendengar istrinya tertawa dan menyebut seorang pria bernama Saravanan.

Baca juga: Beberapa Kali Terjadi Pembunuhan Wanita Transgender dalam Sepekan di Meksiko, Anggota Komunitas Semakin Ketakutan

Dia percaya bahwa Raithena menertawakannya dan curiga bahwa istrinya berselingkuh dengan Saravanan.

Setelah Raithena pulang kerja dan mandi, Raju menerobos masuk ke kamar mandi dan menikam Raithena dengan pisau dapur.

Raju menyeret Raithena keluar untuk mendengarkan rekaman audio.

Ketika Raithena berjuang dan meminta Raju untuk berhenti, Raju malah menikamnya berulang kali dan meraih lehernya sampai dia berhenti bergerak.

Raju meninggalkan flat dan melarikan diri ke Johor Baru, Malaysia, di mana dia tinggal bersama kakak laki-lakinya.

 

Anak perempuan dan keponakannya menemukan jasad Raithena sekitar tengah malam.

Raju kembali ke Singapura keesokan paginya dan menyerahkan diri.

Investigasi polisi mengungkapkan bahwa Raithena telah berselingkuh dengan seorang kolega pria sejak November 2016.

Tetapi tidak ada anggota keluarga atau teman-temannya yang mengetahuinya.

Baca juga: Anggota Hezbollah Bersalah Atas Pembunuhan Rafic Hariri, Mantan PM Lebanon 2005 Silam

Wakil Jaksa Penuntut Umum Li Yihong menuntut hukuman penjara 12 tahun.

Sementara itu, pengacara Raju, Kalidass Murugaiyan, meminta hukumannya dikurangi menjadi delapan tahun penjara.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Global
Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Global
Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Global
Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangkan Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangkan Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Global
Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Global
Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Global
[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Global
Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Global
Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Global
Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X