Partai Kristen Lebanon Bentuk Kabinet Baru untuk Selesaikan Krisis Terburuk

Kompas.com - 20/09/2020, 15:04 WIB
Presiden Lebanon Michel Aoun. AFP / MAXIM SHEMETOVPresiden Lebanon Michel Aoun.

BEIRUT, KOMPAS.com - Partai politik besutan presiden Kristen Lebanon, Michel Aoun, susun proposal untuk mengakhiri perselisihan, yang telah menghambat pembentukan kabinet baru yang didorong Perancis, agar Lebanon keluar dari krisis terburuknya sejak perang saudara 1975-1990.

Melansir Reuters pada Sabtu (19/9/2020), proposal tersebut diajukan pada Sabtu bersamaan dengan penyerahan kekuasaan kementerian, kepada kelompok sektarian yang lebih kecil.

Lebanon adalah negara yang membagi kekuasaan dalam negerinya berdasarkan sektarian agama, antara Muslim dan Kristen.

Baca juga: AS: Upaya Perancis Selesaikan Krisis Lebanon Sia-Sia Selama Hezbollah Berkuasa

Sementara, belum ada komentar langsung dari kelompok Muslim Syiah, yang bersikeras terhadap susunan kabinet yang telah mereka pilih untuk mengisi beberapa pos.

Namun, sumber politik yang akrab dengan pemikiran kelompok Syiah yang dominan mengatakan, ragu gagasan proposal kabinet baru untuk reformasi pemerintahan dapat berjalan.

Upaya Lebanon untuk dengan cepat membentuk reformasi pemerintahan baru telah menemui jalan buntu, tentang bagaimana memilih menteri di negara yang loyalitas politik sebagian besar mengikuti garis agama sektarian.

Baca juga: Pelabuhan Beirut Lebanon Kebakaran Lagi, Udara Bisa Beracun

Batas waktu yang disepakati dengan Perancis untuk menunjuk kabinet baru dalam reformasi pemerintahan telah berlalu, yaitu 15 September.

Paris, yang memimpin dorongan internasional untuk menarik kembali Lebanon dari keruntuhan ekonomi, telah menyuarakan kekesalan dan mengatakan kepada Beirut untuk bertindak "tanpa penundaan".

Pemimpin Gerakan Patriotik Bebas (FPM), partai yang didirikan oleh Presiden Michel Aoun dan bersekutu dengan Hezbollah, mengusulkan “melakukan percobaan untuk mendistribusikan kekuasaan kementerian berdaulat ke beberapa sekte yang lebih kecil, khususnya kepada Druze, Alawi, Armenia dan Kristen minoritas”.

Baca juga: Pelabuhan Beirut Lebanon Terbakar Lagi, Api dari Kontainer Minyak

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Gebran Bassil, ketua FPM dan menantu presiden, memimpin rapat pimpinan politik partai.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X