Foto Sebelum dan Sesudah Ledakan Lebanon: Kapal Pesiar Terbalik, Dermaga Hancur

Kompas.com - 07/08/2020, 14:19 WIB
Pelabuhan Beirut setelah ledakan dahsyat akibat 2.750 ton amonium nitrat pada Rabu (5/8/2020). REUTERS via BBC INDONESIAPelabuhan Beirut setelah ledakan dahsyat akibat 2.750 ton amonium nitrat pada Rabu (5/8/2020).

BEIRUT, KOMPAS.com - Ledakan dahsyat di gudang samping pelabuhan Beirut menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan sebagian ibu kota Lebanon, merobohkan bangunan di tepi laut, dan menyebabkan kerusakan yang meluas.

Setidaknya 137 orang tewas dan sekitar 5.000 lainnya terluka. Citra satelit dan udara menunjukkan kerusakan fisik yang luar biasa di ibu kota Lebanon, Beirut, yang sebelumnya lebih terbiasa dengan pemandangan seperti itu sebagai akibat perang daripada kecelakaan.

Baca juga: Eks Kapten Kapal Rhosus yang Bawa 2.750 Ton Amonium Nitrat Kaget Soal Ledakan di Lebanon

Pelabuhan Beirut pada 9 Juni 2020 sebelum ledakan terjadi.MAXAR TECHNOLOGIES via BBC INDONESIA Pelabuhan Beirut pada 9 Juni 2020 sebelum ledakan terjadi.
Pelabuhan Beirut pada 5 Agustus 2020 setelah ledakan terjadi.MAXAR TECHNOLOGIES via BBC INDONESIA Pelabuhan Beirut pada 5 Agustus 2020 setelah ledakan terjadi.
Kapal pesiar Orient Queen sedang berlabuh di pelabuhan Beirut beberapa ratus meter dari gudang ketika ledakan terjadi.

Kerusakan akibat ledakan menyebabkan kapal itu terangkat dan terbalik. Satu anggota awak tewas dan satu lagi masih hilang, menurut operator kapal Abou Merhi Cruises. Kantor-kantor perusahaan di sisi dermaga juga musnah akibat kuatnya ledakan.

Baca juga: Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Kapal pesiar Orient Queen yang sedang berlabuh, terbalik usai terjadi ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, pada Rabu (5/8/2020).MAXAR TECHNOLOGIES via BBC INDONESIA Kapal pesiar Orient Queen yang sedang berlabuh, terbalik usai terjadi ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, pada Rabu (5/8/2020).
Gudang biji-bijian atau silo--bangunan putih besar di sisi dermaga--yang paling parah terkena ledakan.

Genevieve Langdon, Profesor Teknik Ledakan dan Dampak di Universitas Sheffield, mengatakan, butiran di dalam silo akan memadat di bawah tekanan ledakan yang sangat besar, tetapi juga akan menyerap dan membelokkan sebagian ledakan.

"Saat gelombang ledakan menghantam dinding silo, hal itu mungkin menghabiskan banyak energi," katanya.

"Tanpa silo biji-bijian di lokasi itu, kami memperkirakan kerusakan di daerah di belakang mereka akan lebih buruk."

Baca juga: Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Foto jalan raya di belakang pelabuhan Beirut pada April 2017 sebelum terjadinya ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020).GOOGLE STREET VIEW via BBC INDONESIA Foto jalan raya di belakang pelabuhan Beirut pada April 2017 sebelum terjadinya ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020).
Foto jalam raya di belakang pelabuhan Beirut, usai ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020).EPA via BBC INDONESIA Foto jalam raya di belakang pelabuhan Beirut, usai ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020).
Badan-badan bantuan memperkirakan sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan itu dan ada kekhawatiran akan kekurangan makanan serta obat-obatan.

Presiden Doctors Without Borders (MSF) Mego Terzian mengatakan, gudang penyimpanan obat-obatan dan vaksin di pelabuhan rusak, dan pusat dialisis terbesar di negara itu, di Beirut tengah, hancur total.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X