Kunjungi Lokasi Kejadian Ledakan Besar Lebanon, Presiden Perancis Jadi Sasaran Pelampiasan Emosi Warga

Kompas.com - 07/08/2020, 12:05 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron, tengah, mengunjungi lokasi ledakan yang menghancurkan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis 6 Agustus 2020. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah tiba di Beirut untuk menawarkan dukungan Perancis ke Lebanon setelah ledakan pelabuhan yang mematikan itu. AP Photo/Thibault Camus, PoolPresiden Perancis Emmanuel Macron, tengah, mengunjungi lokasi ledakan yang menghancurkan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Kamis 6 Agustus 2020. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah tiba di Beirut untuk menawarkan dukungan Perancis ke Lebanon setelah ledakan pelabuhan yang mematikan itu.

Dia juga berjanji bahwa bantuan Perancis akan diberikan dengan transparansi dan "tidak akan jatuh ke tangan koruptor".

Di lokasi berbeda, pemimpin Perancis ini mengatakan, kunjungannya ke Lebanon adalah suatu "kesempatan untuk melakukan dialog yang jujur dan berani dengan kekuatan politik dan institusi Lebanon."

Baca juga: Ledakan Lebanon, Pakar Khawatir 170 Situs Berisi Amonium Nitrat di Australia

Ia menyampaikan bahwa Perancis akan bekerja untuk mengoordinasikan bantuan kepada Lebanon. Lalu, ia juga menyampaikan peringatan bahwa "jika reformasi tidak dilakukan, Lebanon akan terus tenggelam."

Ada janji bantuan internasional yang luas kepada Lebanon, tetapi negara ini sekarang telah terperosok dalam krisis ekonomi yang parah dan menghadapi tantangan yang menakutkan dalam pembangunan kembali.

Tidak jelas seberapa besar dukungan komunitas internasional akan menawarkan pemerintahan yang terkenal korup dan disfungsional.

Baca juga: Eks Kapten Kapal Rhosus yang Bawa 2.750 Ton Amonium Nitrat Kaget Soal Ledakan di Lebanon

Kerugian dari ledakan itu diperkirakan oleh Gubernur Beirut Marwan Abboud antara 10 miliar dollar AS (Rp 146,4 triliun) hingga 15 miliar dollar AS (Rp 219,6 triliun), dan hampir 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Ada kemungkinan bencana ledakan besar tersebut juga mempercepat penyebaran infeksi Covid-19, yang saat ini sedang mewabah di hampir seluruh dunia. Lalu, menyebabkan ribuan orang berbondong-bondong membanjiri rumah sakit.

Puluhan ribu orang harus tinggal bersama kerabat dan teman setelah rumah mereka rusak, yang semakin meningkatkan risiko penyebaran virus corona.

Baca juga: Eks Kapten Kapal Rhosus Sebut Ledakan di Pelabuhan Beirut Kesalahan Pemerintah Lebanon

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X