Segera Mengirim Bantuan Apa Pun yang Dibutuhkan, Diaspora Lebanon: Hati Kita untuk Lebanon

Kompas.com - 07/08/2020, 09:12 WIB
Seorang pria memegang lilin dan sebuah kertas bertuliskan Solidaritas dengan Beyrouth pada acara solidaritas untuk tragedi ledakan besar di Beirut, Lebanon, yang digelar di Toulouse, Perancis, Rabu (5/8/2020). Ungkapan duka dan solidaritas mengalir dari berbagai penjuru dunia atas insiden ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020), yang menewaskan lebih dari seratus orang. AFP/REMY GABALDASeorang pria memegang lilin dan sebuah kertas bertuliskan Solidaritas dengan Beyrouth pada acara solidaritas untuk tragedi ledakan besar di Beirut, Lebanon, yang digelar di Toulouse, Perancis, Rabu (5/8/2020). Ungkapan duka dan solidaritas mengalir dari berbagai penjuru dunia atas insiden ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020), yang menewaskan lebih dari seratus orang.

BEIRUT, KOMPAS.com - Diaspora Lebanon yang jumlahnya bisa tiga kali lipat dari penduduk dalam negeri sekitar 5 juta itu mengumpulkan donasi sebanyak-banyaknya untuk membantu ibu kota negara asalnya yang porak-poranda pasca-ledakan besar.

Melansir dari Al Jazeera pada Kamis (6/8/2020), para ekspatriat segera mengirimkan bantuan, baik secara individual maupun melalui penggalangan dana online untuk dikirimkan ke kerabat mereka di Lebanon.

Banyak ekspatriat Lebanon, yang hampir semuanya memiliki orang yang dicintai atau teman, yang terkena dampak bencana besar akibat ledakan yang diduga berasal dari amonium nitrat yang tersimpan di dalam gudang di pelabuhan Beirut.

Salah satu pendiri dan CEO LebNet, George Akiki, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan organisasi lain, seperti SEAL dan Life Lebanon, menyiapkan program Beirut Emergency Fund 2020, yang akan mengumpulkan uang yang sangat dibutuhkan dan menyalurkannya ke organisasi yang aman dan bereputasi baik di Lebanon.

LebNet diketahui merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di Silicon Valley, California, yang membantu para profesional Lebanon di Amerika Serikat dan Kanada.

Baca juga: Beberapa Negara yang Siap Tanggap Kirimkan Bantuan ke Lebanon

"Saya telah menelepon sepanjang pagi dengan mitra kami untuk membentuk aliansi bagi dana darurat, sehubungan dengan ledakan yang terjadi tersebut," kata Akiki.

"Semua orang, baik Lebanon maupun non-Lebanon, ingin membantu," imbuhnya.

Selain Akiki, ada Habib Haddad, seorang pengusaha teknologi dan anggota LebNet yang berbasis di Boston, Massachusetts, mengatakan pada kantor berita AFP bahwa segera setelah mendengar kabar ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon, ia dan istrinya menyiapkan uang donasi.

"Sebagai langkah pertama, istri saya Hala dan saya akan menyumbangkan setidaknya 10.000 dollar AS (Rp 145,9 juta) dalam donasi dan nanti kami akan memberikan lebih banyak bantuan untuk pembangunan kembali dan proyek lainnya," kata Haddad.

Haddad mengatakan, banyak rekan ekspatriat melakukan hal yang sama sepertinya, menyalurkan kesedihan dan kemarahan mereka dengan membantu tanah air mereka yang dilanda bencana ledakan, yang mana sebelumnya telah dilanda krisis ekonomi dan politik mendalam berakibat kemiskinan.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Halaman:

Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X