WHO Sebut Banyak Negara Tidak Siap Hadapi Pandemi

Kompas.com - 14/05/2020, 09:00 WIB
Sepasang warga Korsel nampak bergandengan tangan di kota Seoul. Hari ini (6/5/2020) Pemerintah Korsel mulai melonggarkan kebijakan social distancing dan warga mulai berkativitas secara normal. Asia NewsSepasang warga Korsel nampak bergandengan tangan di kota Seoul. Hari ini (6/5/2020) Pemerintah Korsel mulai melonggarkan kebijakan social distancing dan warga mulai berkativitas secara normal.

JENEWA, KOMPAS.com - Kepala manajemen bahaya infeksi Badan Kesehatan Dunia ( WHO), Sylvie Briand mengatakan dirinya terkejut dengan kurangnya persiapan dari beberapa negara tertentu terkait wabah sebelum merebaknya pandemi virus corona.

Dilansir media Perancis AFP, ilmuwan asal Perancis itu mengatakan bahwa meski terkejut, dia tahu wabah akan cepat menjalar ke berbagai wilayah. "Kami tahu ini akan terjadi," ujarnya.

Dia juga menerangkan bahwa selama wabah influenza pada 2009 (H1N1 Flu Babi), virus itu merebak dengan sangat cepat. Setiap benua terdampak akan virus flu babi selama 9 pekan.

Baca juga: CIA Yakin China Halangi WHO Umumkan Virus Corona sebagai Wabah

Hal itu meyakinkan Briand bahwa di kehidupan modern kini, penularan akan semakin cepat.

"Yang lebih mengejutkan bagi kami adalah persiapan beberapa negara yang sangat tidak siap untuk mengatasi pandemi. Itu yang kami temukan beberapa waktu terakhir ini," ungkap Briand.

Briand juga menjelaskan bagaimana kekurangan persiapan beberapa negara bisa terjadi. Sebelum 2009, menurut Briand masih banyak beberapa negara yang mempersiapkan diri akibat wabah flu burung pada 2003-2005.

Jadi, ketika wabah flu babi mencuat pada 2009, rencananya sudah tepat: banyak negara punya stok masker dan dunia sudah siap.

Baca juga: WHO: Pasien Corona yang Sembuh dan Positif Lagi, Bukan karena Terinfeksi Ulang

"Setelah pandemi 2009, orang mendapati bahwa pada akhirnya, itu tidak terlalu buruk, ada istilah yang kami sebut sebagai kelelahan pandemi, dan negara tidak memperbarui rencana kesiapsiagaan mereka."

Menurut Briand, ketika bahaya berlalu, mereka mengira rencana siap siaga bukan sesuatu yang layak ditekankan.

"Jadi saya pikir banyak negara mendapati diri mereka benar-benar tidak siap dalam menghadapi pandemi virus corona.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X