Pengadilan Federal AS Izinkan Texas Larang Aborsi Selama Krisis Virus Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 21:29 WIB
ilustrasi aborsi THINKSTOCKilustrasi aborsi

AUSTIN, KOMPAS.com - Pada Selasa (7/4/2020) pengadilan banding federal memihak pemerintah Texas dalam melarang tindak aborsi di saat negara bagian berada di bawah perintah darurat yang membatasi operasi tidak penting selama wabah virus corona.

Panel hakim di Pengadilan banding Fifth Circuit yang berbasis di New Orleans membatalkan putusan pengadilan rendah yang memblokir larangan aborsi pekan lalu.

Gubernur Partai Republik Texas, Greg Abbott pada bulan lalu memerintahkan rumah sakit untuk tidak melakukan operasi 'tidak penting'. Upaya ini dimaksudkan agar ruang rumah sakit bebas dan persediaan mungkin diperlukan untuk pasien virus corona.

Jaksa Agung Texas dari Partai Republik, Ken Paxton mengatakan perintah itu akan mencakup aborsi kecuali bagi mereka yang diperlukan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan ibu.

Planned Parenthood dan kelompok-kelompok hak aborsi lainnya kemudian menggugat untuk menghapus aborsi dari prosedur yang harus ditunda.

Baca juga: Berdalih Kemanusiaan, Bidan Aborsi Remaja 17 Tahun di Hotel, Gagal dan Pasien Pendarahan

Hakim Distrik AS Lee Yeakel memutuskan minggu lalu bahwa "Mahkamah Agung telah berbicara dengan jelas" tentang hak wanita untuk mengakhiri kehamilan dan memutuskan tidak ada larangan langsung pada prosedur semacam itu.

Pemerintah Texas segera mengajukan banding. Putusan pengadilan banding 2-1 mencatat alasan meningkatnya penyebaran virus corona dan kepentingan kritis negara dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Pendapat mayoritas yang ditulis oleh Hakim Sirkuit AS, Kyle Duncan, yang diangkat oleh Presiden Donald Trump, menyimpulkan bahwa ketika dihadapkan dengan epidemi yang mengancam masyarakat,

negara dapat menerapkan langkah-langkah darurat yang membatasi hak-hak konstitusional selama langkah-langkah tersebut setidaknya memiliki beberapa hubungan nyata atau substansial dengan krisis kesehatan masyarakat. 

Alexis McGill Johnson, penjabat presiden dan chief executive officer dari Planned Parenthood Federation of America, menyebut pengadilan banding yang berkuasa “tidak beralasan.”

Baca juga: Kronologi Terbongkarnya Praktik Aborsi Bidan di Sebuah Hotel di Surabaya

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X