Komandan Pasukan AS di Korsel Tidak Percaya Klaim Nol Kasus Virus Corona di Korea Utara

Kompas.com - 05/04/2020, 21:00 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi latihan artileri jarak jauh di lokasi yang tak diketahui, dalam rilis foto dari kantor berita KCNA pada 2 Maret 2020. KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi latihan artileri jarak jauh di lokasi yang tak diketahui, dalam rilis foto dari kantor berita KCNA pada 2 Maret 2020.

WASHINGTON D. C, KOMPAS.com - Dilansir dari Korea Times, komandan pasukan AS di Korea (USFK) mengatakan pada Kamis (02/4/2020) bahwa mereka tidak percaya terhadap klaim Korea Utara terkait nol kasus virus corona

Jenderal Robert Abrams mengatakan pada wawancara gabungan dengan dua gerai AS di Seoul, Korea Selatan, "itu adalah klaim mustahil berdasarkan semua intel yang kami lihat."

Dia juga menambahkan, "Kami tidak akan mengungkapkan sumber dan metode kami tapi (klaim nol virus corona) itu tidak benar. Berapa banyaknya, saya tidak akan beritahu."

Baca juga: Rooney Tak Setuju Gaji Pemain Dipotong di Tengah Pandemi Virus Corona

Korea Utara memang mengatakan tidak memiliki kasus infeksi virus corona dan membual tentang langkah-langkah yang diambil untuk mencegah wabah tersebut.

Di antaranya memotong perjalanan lintas batas dan mengkarantina orang.

Abrams mengatakan militer Korea Utara berada dalam kondisi lockdown selama 30 hari sejak Februari sampai awal Maret.

"Mereka melakukan tindakan kejam di penyeberangan perbatasan negara mereka dan di dalam formasi mereka melakukan persis apa yang orang lain lakukan dalam menghentikan penyebaran (virus)."

Baca juga: Jenazah Korban Virus Corona Tergeletak di Jalan, Wapres Ekuador Minta Maaf

Sementara itu, di antara 28.500 anggota USFK, 16 kasus infeksi virus corona dilaporkan.

"Kami telah melihat yang terburuk namun kini bukan waktu yang tepat berpuas diri. Yang terburuk, kami sejujurnya tidak separah itu." kata Abrams.

Abrams juga membicarakan soal rangkaian peluncuran rudal jarak pendek Korea Utara baru-baru ini.

Menurutnya, rezim Kim Jong-Un sedang mengejar rencana empat atau lima tahun untuk mengembangkan kemampuan rudal bahan bakar padat dengan peningkatan akurasi.

"Jika mereka berhasil menyempurnakannya, maka mereka membawa sistem daring tipe ini ke operasional penuh dan mampu meningkatkan ancaman bagi Republik Korea (Selatan) dan negara lain di kawasan itu."

Baca juga: Terinfeksi Virus Corona, Ibu Ini Meninggal Setelah Melahirkan Bayinya

 

Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X