Kompas.com - 21/02/2020, 16:51 WIB
Pendiri WikiLeaks Julian Assange memberi isyarat dari jendela sebuah mobil van yang membawanya ke penjara dari Southwark Crown Court di London, Inggris, pada 1 Mei 2019. (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS) DANIEL LEAL-OLIVASPendiri WikiLeaks Julian Assange memberi isyarat dari jendela sebuah mobil van yang membawanya ke penjara dari Southwark Crown Court di London, Inggris, pada 1 Mei 2019. (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)

LONDON, KOMPAS.com - Pada sidang pendahuluan yang diselenggarakan di London, Rabu (19/02/2020), pengacara Edward Fitzgerald mengatakan bahwa mantan anggota kongres partai Republik, Dana Rohrabacher, mengunjungi Julian Assange di kedutaan Ekuador di London pada Agustus 2017.

Saat itu, Presiden Donald Trump dikabarkan menawarkan kepada Assange melalui Rohrabacher bahwa dia (Trump) akan mengampuni (dan memberikan solusi) pada Assange.

Syaratnya, pria itu mau mengakui bahwa Rusia tidak ada sangkut pautnya dengan DNC alias Democratic Nasional Committee atau pada Pilpres AS 2016 lalu.

Baca juga: INFOGRAFIK: Linimasa Kontroversi Julian Assange...

Kini, berdasarkan keterangan pengacara Jennifer Robinson, Julian Assange berencana untuk mengklaim pada sidang ekstradisi terkait tawaran tersebut. Pihak Gedung Putih, Sekretaris Pers Stephanie Grisham merespon, "Hal itu benar-benar sebuah kesalahan."

Menurut Grisham, Presiden Trump mengenal Rohrabacher hanya sebatas mantan anggota kongres. Dia (Trump) tidak pernah membahas tentang hal tersebut atau perbincangan lain dengan Dana Rohrabacher. 

"Ini berita bohong. Ini mungkin hoaks yang tak akan pernah berhenti dari DNC." Ungkap Grisham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam pernyataannya di akun twitter, Rohrabacher mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah mendiskusikan tentang Assange dan tidak pernah diperintah Trump atau siapapun yang terkait untuk menemui Assange.

Baca juga: Rusia Dikabarkan Bakal Ikut Campur Pilpres AS, Trump Marah Besar

Kemudian dijelaskan bahwa dia hanya mengatakan kepada pendiri WikiLeaks itu jika dia mampu memberinya informasi dan bukti siapa yang sebenarnya memberikan email DNC padanya.

"Aku baru akan menghubungi presiden Trump dan memintanya agar memaafkan Julian Assange, jika memang dia mau memberitahu." 

Dana Rohbacher mengatakan bahwa saat itu dia tidak menawarkan suatu kesempatan atau pun hadir sebagai utusan dari presiden Trump.

Halaman:

Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Global
Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Global
Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Global
10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

Global
Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Global
Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Global
Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Global
Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Global
Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Global
India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

Global
Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Global
Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Global
Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Global
7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

Global
Perjuangan Paus Fransiskus Desak Gedung Putih Bebaskan Paten Vaksin Covid-19

Perjuangan Paus Fransiskus Desak Gedung Putih Bebaskan Paten Vaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X