Kompas.com - 25/09/2022, 14:41 WIB

KOMPAS.com - Es teh manis merupakan salah satu pilihan minuman yang kerap ditemui hampir di setiap tempat makan di Indonesia. Bahkan hampir setiap kalangan menyukai es teh manis

Sederhananya, es teh manis yang biasa dikonsumsi saat ini dibuat dari campuran teh yang diseduh dengan air hangat, kemudian diberi tambahan es batu dan pemanis seperti gula.

Bicara mengenai es teh manis, tahukah kamu bagaimana asal mula es teh manis hadir dan menjadi minuman umum di dunia saat ini?

Baca juga:

Sejarah es teh 

Mengetahui bagaimana awal mula hadirnya es teh manis perlu dikaji ulang terlebih dahulu mengenai bagimana sejarah segelas es teh muncul.

Dikutip dari laman NPR, teh pada dasarnya sudah dinikmati sebagai minuman oleh penduduk Amerika sejak zaman kolonial. 

Pada saat itu teh yang dikonsumsi masih dalam bentuk percampuran antara teh dan alkohol, barulah teh non-alkohol muncul pada 1876 dalam buku resep Buckeye karya Estelle Woods Wilcox. 

Teh yang dinikmati pada saat itu masih dalam keadaan hangat. Cerita mengenai asal mula teh disajikan dalam keadaan dingin-yang dalam hal ini diberi es batu-muncul dalam berbagai versi.

Dikutip dari laman Serious Eats, es teh pertama kali dipopulerkan di Amerika Utara sejak abad ke-19 oleh seorang komisaris teh dari India bernama Richard Blechynden.

Baca juga: Resep Es Teh Manis Sereh ala Restoran Mewah, Bikinnya 15 Menit 

Ada yang mengatakan bahwa cuaca sedang panas ketika Blechynden melakukan promosi toko teh di Paviliun India.

Ia pun memutuskan untuk menuang tehnya ke dalam es. Sehingga terciptalah teh es untuk pertama kalinya.

Di lain sisi, sejarawan Pameran Dunia Pamela J, Vaccaro mengatakan bahwa sebelum kejadian Blechynden menuang teh ke dalam es, sudah ada pria yang menjual teh es sejak 1893. Pria tersebut benama  N.B. Reed. 

Tidak hanya itu, ada yang mengatakan bahwa es teh tercipta karena warga Amerika Utara mencampur potongan bongkahan es dari kolam dan danau saat musim dingin, sehingga terciptalah es teh.

Awalnya es teh diyakini berasal dari campuran teh panas dan es yang berasal dari bongkahan salju.

Seiring hadirnya kulkas di setiap rumah penduduk, pada 1920-an dan 1930-an orang-orang mengganti bongkahan salju dengan es yang berasal dari freezer.

Baca juga:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.