Kompas.com - 07/07/2021, 15:11 WIB
Pelayan mengenakan masker dan pelindung wajah saat mempersiapkan pesanan makanan di Restoran Sederhana, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Sebagai bagian dari rencana penerapan kenormalan baru 8 Juni 2020, pemerintah DKI Jakarta mengharuskan pengusaha rumah makan membatasi kapasitas maksimal 50 persen, larangan penyajian makanan secara prasmanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPelayan mengenakan masker dan pelindung wajah saat mempersiapkan pesanan makanan di Restoran Sederhana, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Sebagai bagian dari rencana penerapan kenormalan baru 8 Juni 2020, pemerintah DKI Jakarta mengharuskan pengusaha rumah makan membatasi kapasitas maksimal 50 persen, larangan penyajian makanan secara prasmanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.


KOMPAS.com - Perusahan global konsultasi manajemen Kearney melakukan survei online terhadap lebih dari 900 perwakilan konsumen Indonesia. 

Survei ini dilakukan untuk memahami bagaimana preferensi mereka terhadap layanan makanan saat pandemi.

Hasilnya, sebanyak 34 persen konsumen telah beralih untuk memesan makanan melalui pesan antar atau bawa pulang.

Sementara 50 persen konsumen masih lebih memilih makan di restoran.

Baca juga: Industri Layanan Makanan di Asia Mulai Beralih ke Cloud Kitchen

Ada 24 persen konsumen yang telah beralih dari warung makan dan jajanan pinggir jalan ke restoran modern atas faktor prioritas kesehatan dan keselamatan dibandingkan rasa dan harga.

"Karena transparansi dalam penanganan makanan menjadi perhatian utama konsumen, digitalisasi di hampir setiap aspek model operasi diperlukan," kata Siddharth Pathak, Partner di Kearney, dikutip dari berita Antara, Jumat (2/7/2021).  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Digitalisasi dalam industri makanan disebutkan akan berkembang di dua bidang, digitalisasi dalam pelayanan pelanggan dan mekanisasi operasi restoran.

Baca juga: Rintis Usaha Makanan Saat Pandemi? Simak Tips Branding di Medos Ini

Mitra UMKM Kuliner GoFood, Martabak Pizza Orins memanfaatkan peluang cloud kitchen milik Gojek untuk berekspansi.Dok Humas Gojek Mitra UMKM Kuliner GoFood, Martabak Pizza Orins memanfaatkan peluang cloud kitchen milik Gojek untuk berekspansi.

"Kontak manusia di kedua area tersebut akan diminimalisir dan diganti dengan aplikasi digital, robotika, serta otomatisasi," pungkasnya.

Digitalisasi dalam pelayanan pelanggan termasuk menggunakan menu online dan aplikasi pembayaran contactless.

Baca juga: Seluk Beluk Cloud Kitchen, Konsep Bisnis Makanan untuk yang Minim Modal

Dalam hal mekanisasi operasi, layanan makanan akan dijadikan otomatis dengan sensor dan robot Internet of Things (IoT).

Pelayanan pelanggan dalam restoran juga disebutkan akan dikelola dengan platform digital.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.