Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2020, 13:31 WIB

KOMPAS.com - Makanan khas daerah, biasanya sudah dikenal sejak lama. Resepnya lantas menjadi warisan turun-temurun.

Namun, berbeda dengan sajiin luosifen dari China. Hidangan yang dikemas jadi mi instan ini belakangan muncul di Liuzhou, sebuah kota di provinsi otonom Guangxi tengah utara China. Dari sana menyebar luar ke berbagai daerah di China. 

Baca juga: Apa itu Croffle? Camilan Manis yang Lagi Tren di Korea Selatan

Dilansir dari CNN, saat ini luosifen menjadi makanan tren di kalangan masyarakat China. Padahal, luosifen terkenal sebagai mi yang punya bau khas yang tergolong tak sedap. 

Luosifen adalah sajian mie beras atau bihun berbahan dasar siput. Bihun direndam dalam kaldu pedas, lalu diberi taburan rebung, buncis, lobak, kacang tanah, dan kulit tahu.

Meskipun ada kata "siput" dalam namanya, siput tidak menjadi topping di luosifen. Siput hanya digunakan untuk membuat kaldu.

Menurut warga lokal, rasa luosifen didomonasi rasa pedas, asam, dan gurih. Bagi warga lokal, mi ini sangat lezat.

"Hanya perlu tiga mangkuk untuk membuat kamu ketagihan," Ni Diaoyang, kepala Asosiasi Liuzhou Luosifen dan direktur Museum Luosifen mengatakan kepada CNN Travel.

Baca juga: Cara Unik Pesan Dimsum di Restoran Legendaris Hong Kong yang Berumur 102 Tahun

Pada 2019 lousifen bahkan menjadi salah satu jajanan terlaris dalam penjualan Taobao, e-commerce China.

Media pemerintah melaporkan 2,5 juta paket luosifen diproduksi setiap hari pada Juni 2020. Bahkan KFC di China meluncurkan luosifen dalam kemasan, untuk menarik perhatian anak muda di China.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber CNN


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+