Kompas.com - 30/09/2022, 11:19 WIB

KOMPAS.com - Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, melalui Kedaireka, telah resmi merampungkan program Matching Fund 2022.

Selama tujuh bulan sejak pembukaan pendaftaraan di tahun 2022 ini, Kedaireka berhasil mengumpulkan 5.407 proposal reka cipta dari 509 perguruan tinggi, 27.184 dosen serta 143.683 mahasiswa.

Sebagai informasi, Program Matching Fund Kedaireka adalah program pendanaan dari Ditjen Dikti Ristek yang melibatkan insan perguruan tinggi dan dunia usaha dunia industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan dunia industri serta membentuk ekosistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Platform Kedaireka sudah diluncurkan sejak 2020 lalu dan sasaran dari program ini adalah perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di bawah binaan Ditjen Dikti Ristek bekerja sama dengan DUDI.

Setelah perguruan tinggi dan DUDI menyepakati kemitraan melalui Kedaireka, dosen perguruan tinggi dapat mengajukan proposal Matching Fund.

Dari total 5.407 proposal yang masuk, terbagi menjadi dua bagian yakni 4.761 proposal kategori perguruan tinggi (Dikti) dan 616 proposal kategori vokasi atau terapan (Diksi).

Angka tersebut meningkat 410 persen dibanding tahun 2021 dengan jumlah proposal yang masuk sebanyak 1.231 yang terdiri dari 1.050 proposal Dikti dan 181 proposal Diksi.

Plt. Dirjen Direktur Dikti Ristek Kemendikbud Ristek Prof. Nizam menyambut baik melonjaknya jumlah proposal reka cipta di tahun 2022.

Nizam berharap hal ini bisa menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mau berinovasi dan mewujudkannya melalui kolaborasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas antusiasme yang begitu besar terhadap Program Matching Fund Kedaireka, khususnya periode ketiga di tahun 2022 ini," ungkap Prof. Nizam.

"Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri, saya berharap inovasi akan segera menghilir dan masalah yang dialami industri segera menghulu ke agenda riset di perguruan tinggi. Semoga sinergi inovasi pentahelix (semangat Kampus Merdeka) betul-betul berdampak pada pembangunan ekonomi dan kedaulatan bangsa,” tambah Prof. Nizam.

Baca juga: Perguruan Tinggi Hanya Mampu Penuhi 200.000 Lulusan Bidang Digital

Pada penyelenggaraan Matching Fund Kedaireka 2022 ini, jumlah dana kolaborasi Dikti dan Mitra DUDI meningkat sebesar 420 persen dari tahun 2021.

Di tahun 2021 total dana kolaborasi yang terkumpul sebesar Rp 2.670.107.369.726, sementara di 2022 meningkat menjadi Rp 11.201.828.441.989.

Peningkatan partisipan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.