Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/08/2022, 14:33 WIB

KOMPAS.com - "Kalau teman-teman tanya aku nervous atau enggak, aku akan bilang enggak. Dan aku pikir itu karena aku menerima bahwa sebagai manusia, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah bekerja sekeras-kerasnya dan mencoba sebisa kita. Tapi, pada akhirnya bukanlah kita yang menentukan."

Itulah kata-kata yang diungkapkan YouTuber Zhafira Aqyla saat ditanya pelajaran apa yang ia dapat ketika mencoba melamar S2 Harvard. Baginya, proses pendaftaran kuliah luar negeri sendiri adalah perjalanan self-improvement yang sangat besar dan layak untuk dicoba.

Sebelum melamar S2 Harvard dan dinyatakan lolos, Zhafira merupakan alumni Osaka University melalui jalur MEXT Scholarship atau beasiswa dari pemerintah Jepang.

Baca juga: Uang Saku Di Atas Rp 10 Juta Per Bulan, Daftar 10 Beasiswa S1-S2 Ini

Ajak pelajar Indonesia kuliah di luar negeri lewat Harvard Challenge

Perjalanan suksesnya dalam meraih cita-cita kuliah di luar negeri tak dipendamnya sendiri.

Sebab, Zhafira melakukan banyak kegiatan positif untuk mendukung minatnya, termasuk terus menginspirasi pelajar Indonesia. Baik melalui kanal Youtube dan Instagram pribadinya, menggagas platform pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual dari perspektif Islam @taulebih.id di Instagram, aktif menjadi pembicara di berbagai forum online dan offline, hingga menjadikan topik tersebut sebagai bahan penelitian di bangku kuliah.

Sosoknya yang menginspirasi, membuat Zafira kini ditunjuk sebagai brand ambassador Schoters, platform bimbingan kuliah ke luar negeri dan bahasa asing.

Zhafira mengaku senang telah dipercaya menjadi brand ambassador Schoters karena bisa menginspirasi lebih banyak pelajar lainnya. Bagi Zhafira, Schoters merupakan salah satu support system yang menemani perjalanan pendidikannya.

Baca juga: Pertamina Foundation Buka Lowongan Magang 2022-2023, Segera Daftar

Selain membangun support system yang menemani proses pengajuan lamaran beasiswa, Zhafira juga memiliki sejumlah kiat persiapan saat melamar S2.

Pertama ialah rajin ikut information session universitas tujuan untuk menemukan ide ketika membuat personal statement.

Ia juga mengaku sering ngobrol dengan orang yang lebih paham tentang bidang dan isu yang ingin diperdalam. Termasuk meminta masukan ke teman agar mendapatkan sudut pandang baru ketika menyusun esai dan proposal riset.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+