Kompas.com - 09/12/2021, 08:59 WIB
Ilustrasi kecoa shutterstockIlustrasi kecoa

KOMPAS.com - Kecoa, salah satu serangga yang mudah ditemukan dalam rumah dan seringnya ditakuti banyak orang karena cukup menggelikan. Ada juga yang takut karena hewan ini kotor dan dinilai menjijikkan.

Tetapi, sering kali setiap mengusir kecoa di dalam rumah bisa dibilang gampang-gampang susah. Selain gesit, kecoa bisa terbang. Anehnya, kecoa selalu terbang ke arah orang yang mengusirnya. Mengapa bisa begitu?

Dilansir dari laman Instagram Kemendikbud Ristek, ada alasan khusus mengapa kecoa suka terbang ke arah kita.

Baca juga: Webinar IPB: Seperti Ini Pertolongan Pertama pada Gigitan Ular

Penerbang yang buruk

Kecoa tidak dapat mengontrol arah terbangnya. Meskipun berusaha menghindari bahaya yang ditimbulkan manusia. Misalnya, saat diusir atau saat manusia menggeser tempat sembunyi mereka.

Akhirnya, secara tidak sengaja kecoa jadi meluncur tidak terkendali ke arah yang salah dan terbang tanpa arah.

Kecoa tertarik pada cahaya

Seorang ahli Entomology di North Carolina State University bernama Cobal Schal menyebutkan bahwa cahaya di atas atau di belakang kita menciptakan lingkaran cahaya (seperti gerhana) di wajah dan kepala kita.

Kondisi itulah yang membuat kecoa tertarik dan terbang ke arah wajah ataupun kepala kita.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecoa tidak sengaja terbang ke arah kita karena tertarik dengan manusia, tapi karena kemampuan terbangnya yang buruk ataupun tertarik terhadap cahaya.

Baca juga: Tahukah Siswa, 6 Makanan Khas Jawa Barat Ini Punya Singkatan Unik

Kecoa bisa jadi obat?

Meski sering dianggap kotor, menjijikkan dan bisa menimbulkan penyakit, ternyata kecoa juga memiliki kandungan yang baik di tubuhnya.

Dilansir dari laman Radio Edukasi Kemendikbud Ristek, menurut tim peneliti dari Universitas Nottingham di Inggris ada satu zat yang berguna dari tubuh kecoa. 

Sifat antibiotik kuat dalam otak kecoa dan belalang mampu membunuh lebih dari 90 persen bakteri penyusup yang sering mematikan bagi manusia.

Termasuk methicillin-resistant Staphlococcus aureus (MRSA) dan bakteri patogen Escherichia coli yang sering membuat manusia sakit diare, hingga komplikasi.

Baca juga: Tanaman Bisa Hasilkan Emas? Ini Penjelasan Guru Besar IPB University

Temuan ini, yang dipresentasikan tahun 2010 lalu pada pertemuan di Nottingham of the Society for General Microbiology, bisa mengarah pada pengobatan baru untuk infeksi bakteria yang tahan terhadap obat ganda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.