Kompas.com - 03/12/2021, 10:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar dalam Orasi Ilmiah di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu (27/11/2021) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKMenteri BUMN Erick Thohir bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar dalam Orasi Ilmiah di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu (27/11/2021)
|

KOMPAS.com - Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan bahwa menyongsong era globalisasi, akan ada tiga tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Dalam paparannya, Erick menyebutkan tiga tantangan tersebut bukan untuk menakuti, namun sebagai realita yang harus dihadapi.

Hal itu disampaikan Erick dalam Orasi Ilmiah di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan bertajuk “Orasi Ilmiah: Globalization and Digitalization :Strategi BUMN Pasca Pandemi” ini digelar Sabtu, (27/11/2021).

Baca juga: Webinar FISIP UPN Jogja: Pemuda Agen Ketahanan Nasional

3 tantangan masa depan

Lantas, apa saja 3 tantangan itu? Ini penjelasan Erick:

1. Pasar global yang akan terus dipaksakan dibuka.

2. Merupakan transformasi digital yang tidak bisa dibendung.

3. Merupakan ketahanan kesehatan yang saat ini sedang dialami.

Sedangkan BUMN sendiri memiliki peranan unik dalam perekonomian, karena selain sebagai korporasi, BUMN juga dituntut untuk melayani publik.

Mengatasi ketiga tantangan tersebut, ia berharap semua pihak dapat bekerja sama dan bersinergi.

"Saya harap kita semua bekerjasama satu dengan yang lainnya untuk membangun pondasi atau roadmap yang kita harapkan," ujarnya dikutip dari laman UB.

Sementara Dekan FEB UB, Abdul Ghofar, SE., M.Si., M.Acc., melalui kegiatan ini berharap Indonesia dapat memanfaatkan pasar dalam negeri dengan baik.

Baca juga: Keren, Mahasiswa Unhas Inovasi Material Antipeluru

Dikatakan, dengan penduduk yang kurang lebih 280 juta jiwa di seluruh penjuru, sebenarnya merupakan pasar yang sangat luar biasa.

"Tentu yang seharusnya kita bisa berdikari di atas kemampuan bangsa sendiri, namun sekarang justru menjadi ajang marketing perusahaan asing," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.