Kompas.com - 26/11/2021, 10:19 WIB

KOMPAS.com – Bekerja di startup menjadi dambaan sebagian milenial, terlebih bila perusahaan rintisan tersebut sudah mendapatkan gelar unicorn atau mencapai nilai valuasi 1 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, budaya kerja di startup dinilai kasual, minim birokrasi, hingga jam kerja yang fleksibel.

Mengutip ceritaprasmul.com, Jumat (26/11/2021), alumni Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) punya cerita menarik mengenai pengalaman mereka bekerja di salah satu leading startup Indonesia, Gojek.

Penasaran apa saja tips menarik dari alumni Prasmul yang pernah menduduki posisi penting di Gojek? Simak lima ulasannya berikut.

1. Adaptif dan progresif

Menurut para alumni Prasmul yang bekerja sebagai Go-Troops (sebutan bagi karyawan Gojek), terdapat miskonsepsi mengenai budaya fleksibel di perusahaan startup yang berkembang di mindset kebanyakan orang.

Baca juga: Dukung Penguatan Startup, Universitas Prasmul Luncurkan S1 Teknologi Finansial

Eks People and Culture Innovation Analyst Gojek Indonesia sekaligus alumnus S1 Branding Prasmul 2007 Pradana Pradipta mengungkapkan, ada kesalahan pemahaman mengenai cara orang memandang fleksibilitas kerja di perusahaan startup.

“Meski kerjanya terlihat santai, fasilitasnya bagus, dan minim birokrasi, setiap Go-Troops dituntut untuk dewasa, adaptif, dan mau berkontribusi lebih. Di sini, kami ga bisa menunggu atau mengandalkan orang lain untuk ngasih arahan untuk kerja,” tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan eks karyawan Gojek yang juga merupakan alumnus S1 Business Prasmul 2010, Aldiansyah Ramadiputra. Menurutnya, berkarya di Gojek memiliki tantangan tersendiri.

Pace (kecepatan) kerja di sini super cepat. Karena cukup progresif, maka challenge kerjaan bisa berubah tiap harinya dan lo harus tahan banting menghadapi setiap perubahan yang ada,” katanya yang pernah bekerja sebagai Go-Food Client Relations itu.

2. Cerdas dalam menyikapi masalah

Bekerja di startup seperti Gojek berarti harus siap mempertanggungjawabkan setiap langkah yang diambil. Sebab, perusahaan ini kini sudah memiliki lebih dari 400.000 armada pengemudi di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Masuk 5 Besar Negara Pencetak Startup Terbanyak

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.