Kompas.com - 06/10/2021, 17:23 WIB
Universitas Negeri Jakarta kembali mengukuhkan Guru Besar, kali ini tiga guru besar dari Fakultas Ekonomi (FE). Acara pengukuhan dilakukan secara luring di Kampus A UNJ yang digelar dengan protokol kesehatan ketat (6/10/2021). DOK. UNJUniversitas Negeri Jakarta kembali mengukuhkan Guru Besar, kali ini tiga guru besar dari Fakultas Ekonomi (FE). Acara pengukuhan dilakukan secara luring di Kampus A UNJ yang digelar dengan protokol kesehatan ketat (6/10/2021).

KOMPAS.com - Universitas Negeri Jakarta kembali mengukuhkan Guru Besar, kali ini tiga guru besar dari Fakultas Ekonomi (FE). Acara pengukuhan dilakukan secara luring di Kampus A UNJ yang digelar dengan protokol kesehatan ketat (6/10/2021).

Tiga Guru Besar FR UNJ yang dikukuhkan yakni; Prof. Dewi Susita sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen, Prof. Sri Indah Nikensari sebagai guru besar Ilmu Ekonomi, dan Prof. Harya Kuncara Wiralaga sebagai guru besar Ilmu Ekonomi.

Prof. Komarudin, Rektor UNJ dalam sambutan menyampaikan pengukuhan tiga Guru Besar Tetap UNJ merupakan rangkaian prosesi pengukuhan kelima dari 25 Guru Besar yang akan dikukuhkan pada tahun ini.

"Pencapaian dan prestasi terbaik secara nasional ini, patut kita syukuri bersama dan semoga menjadi penguat tekad kita untuk meningkatkan kualitas dan mewujudkan visi UNJ menjadi kampus yang terbaik di Indonesia dan bereputasi di Kawasan Asia,” ungkap Prof. Komarudin.

Selain memberikan ucapan selamat kepada tiga Guru Besar Tetap UNJ, Rektor UNJ berharap dengan pengukuhan ini dapat memberikan motivasi dan spirit untuk terus berkarya, berkontribusi, memberi manfaat bagi UNJ, masyarakat, bangsa, dan negara. 

“Itulah sumbangsih penting dari ketiga Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi UNJ yang dikukuhkan hari ini,” tegas Prof. Komarudin.

Baca juga: Guru Besar Unpad: Masa Depan Pertanian Indonesia Ada di Perkotaan

Tantangan globalisasi, SDG's, dan pemulihan ekonomi

Dalam orasi Ilmiahnya, Prof. Dewi Susita, yang mengangkat “Model Transformasi Perilaku Organisasi Menghadapi Tantangan Global” menyampaikan, globalisasi yang semakin meningkat, mengubah pola kerja organisasi di seluruh dunia.

"Perusahaan bekerja melintasi batas negara dan memaksa organisasi global untuk menemukan cara inovatif untuk terus terhubung secara global dalam rangka mempertahankan keunggulan kompetitif," ungkap Prof. Dewi Susita.

Ia menjelaskan, untuk menghadapi tantangan global ini maka diperlukan kualifikasi, strategi, dan model transformasi perilaku organisasi yang tepat.

"Dalam konteks ini, indikator keberhasilan manajemen dan pimpinan dalam melakukan transformasi perilaku ialah SDM dengan perilaku kerja yang penuh inovasi (innovation work behavior)," jelasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.