Kompas.com - 20/09/2021, 11:29 WIB
profesi paling dicari dan dibutuhkan yang masih sepi peminat. DOK. Humas Universitas Nusa Mandiriprofesi paling dicari dan dibutuhkan yang masih sepi peminat.

KOMPAS.com – Pesatnya perkembangan dunia kerja telah berdampak pada munculnya beragam profesi yang sangat dibutuhkan perusahaan.

Sayangnya, profesi yang banyak dibutuhkan perusahaan justru masih sepi peminat. Hal ini terjadi karena di Indonesia, lulusan bidang terkait profesi tersebut masih sedikit.

Berdasarkan The Future of Jobs Report 2020, World Economic Forum (WEF), pada Selasa (10/10/2020) menginformasikan tiga profesi menjanjikan yang banyak dicari, tapi masih sepi peminat,

1. Aktuaris

Aktuaris adalah seorang yang bertugas menyelesaikan masalah bisnis di perusahaan. Contohnya, risiko yang akan dihadapi perusahaan dan dampak bencana terhadap perekonomian dan kemajuan perusahaan.

Semua perusahaan harus memperhitungkan risiko demi mengembangkan usahanya. Sebab itu, perusahaan membutuhkan seorang aktuaris.

Baca juga: Intip Jurusan Kuliah yang Pernah Ditekuni 7 Presiden Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, masih sedikit orang yang menggeluti bidang aktuaris. Hal ini dibuktikan melalui data dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) yang menyebutkan, per pertengahan 2019, baru terdapat sekitar 652 orang aktuaris di Indonesia.

Nah, seseorang yang ingin menjadi aktuaris bisa memilih Jurusan Matematika di perguruan tinggi.

Namun, untuk lebih spesifiknya, dapat mencari kampus yang sudah memiliki Peminatan Aktuaria di Jurusan Matematika, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

2. Arsitek AI

Bagi sebagian orang, profesi artificial intelligence (AI) architect atau arsitek AI mungkin sudah tidak asing lagi.

Arsitek AI adalah orang yang mengukur kinerja AI yang telah dibuatnya, dan mempertahankan keberlanjutan AI tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.