Kompas.com - 02/08/2021, 10:07 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual SHUTTERSTOCKIlustrasi kekerasan seksual
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pakar Ketahanan Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Euis Sunarti menerangkan, keluarga bisa berperan dalam mencegah terlahirnya individu sebagai pelaku maupun korban kejahatan seksual.

Menurut Prof. Euis, keluarga adalah institusi pertama dan utama sebagai penentu akhlak, adab dan karakter individu.

Sehingga, ketahanan keluarga yang kuat sebetulnya diharapkan sebagai fondasi peradaban bangsa.

"Sejatinya tiap peraturan dan perundang-undangan adalah untuk manusia, yang seseorang terlahir dari dan berada dalam keluarga. Maka keluarga hendaknya menjadi basis pengembangan aturan dan pengambilan setiap kebijakan," terang Prof. Euis seperti dikutip dari laman IPB, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Guru Besar UNY Ungkap Manfaat Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Keluarga bangun manusia beradab

Euis menerangkan, saat ini banyak hal yang menunjukkan meningkatnya kejahatan seksual. Bagaimana membangun masyarakat madani Indonesia beradab, kalau kejahatan seksual terus terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Oleh karenanya, Judicial Review ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pasal 284, 285, 292 dalam rekomendasi Mahkamah Konstitusi (MK) menyarankan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatur perluasan delik kesusilaan dalam revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)," papar Prof. Euis.

Prof. Euis menjelaskan, semua sepakat bahwa ketahanan keluarga sebagai prasyarat untuk pencegahan kejahatan seksual.

Baca juga: Ingin Jadi Programmer? Ikuti Beasiswa Candradimuka Jabar Coding Camp

 

Dari sekian banyak perspektif sistem dan lingkungan, baik lingkungan mikro, meso, hexo, dan makro, maka keluarga yang paling setia menemani seorang individu.

"Begitu pun dari dimensi kehidupan lain seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya, hukum, dan politik. Keluarga menjadi basis perumusan peraturan perundang-undangan maupun kebijakan lainnya," imbuh dia.

Prof. Euis menerangkan, hasil penelitian menunjukkan keluarga Indonesia adalah keluarga yang religius, hirarkis, dan harmonis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.