Kompas.com - 20/06/2021, 12:10 WIB
Siswa SDN Pademangan Barat 11 berbaris untuk mengukur suhu tubuh usai jalani pembelajaran tatap muka, Rabu (9/6/2021). Dok. SDN Pademangam Barat 11Siswa SDN Pademangan Barat 11 berbaris untuk mengukur suhu tubuh usai jalani pembelajaran tatap muka, Rabu (9/6/2021).
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19 berlangsung, pembelajaran dilakukan secara daring. Namun pada tahun ajaran baru mendatang, diharapkan semua satuan pendidikan bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Nunuk Suryani mengatakan, tidak ada tekanan bagi guru dalam menuntaskan kurikulum karena PTM terbatas ini.

"Prioritas dari satuan pendidikan bukan untuk menuntaskan kurikulum, tetapi memastikan bahwa setiap peserta didik mengalami proses pembelajaran," ujar Nunuk Suryani seperti dikutip dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud Ristek, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Jelang PTM Terbatas, Guru Perlu Perhatikan Penyusunan Jadwal Kelas

PTM terbatas tidak mengejar ketuntasan peserta didik

Nunuk menerangkan, guru, pengawas sekolah, dan kepala sekolah perlu mengkontekstualisasikan panduan sesuai kondisi dan kebutuhan di daerah masing-masing.

"Karena fokus dari kurikulum pada masa pandemi adalah mempelajari hal-hal yang esensial serta tidak mengejar ketuntasan peserta didik," ujar Nunuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama PTM terbatas dilaksanakan, mengacu pada kebutuhan peserta didik dan menjadikan protokol kesehatan sebagai syarat utama.

Satuan pendidikan dapat memilih menggunakan kurikulum yang tersedia, yaitu kurikulum 2013, atau kurikulum mandiri yang dikembangkan sekolah, atau kurikulum kondisi khusus yang dikembangkan Kemendikbud Ristek.

Baca juga: Peserta CBT UM UGM Wajib Membawa Hasil Tes Covid-19

Untuk itu, Sesditjen GTK meminta agar warga sekolah benar-benar memahami Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) di Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan oleh Kemendikbud Ristek bersama Kementerian Agama.

"Jadi, jelas bahwa ukuran keberhasilannya adalah tingkat kepatuhan protokol kesehatan di kelas, tingkat pelibatan orangtua pada pembelajaran, dan juga pelibatan peserta didik dalam pembelajaran," terangnya.

Panduan PTM terbatas memuat contoh praktik baik

Nunuk menambahkan, panduan PTM terbatas ini juga memuat contoh-contoh praktik baik bagaimana membuat rancangan pembelajaran dalam PTM terbatas.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X