Kompas.com - 26/05/2021, 16:15 WIB
Ilustrasi OK FreepikIlustrasi OK

KOMPAS.com - "OK" bisa menjadi kata yang hampir setiap hari diucapkan banyak orang untuk menyatakan persetujuan. Meski sudah menjadi bahasa sehari-hari, tak semua orang mengetahui asal mula atau arti kata "OK" yang sesungguhnya.

Melansir laman platform edukasi Zenius Education, sebagian besar sejarawan setuju kalau kata OK adalah singkatan dari "oll korrect", bentuk kesalahan ejaan yang disengaja untuk "all correct".

Itulah mengapa, kata OK sering dipakai untuk menyatakan persetujuan atau untuk mengekspresikan kalau semua baik-baik saja.

Baca juga: 6 Kampus Indonesia yang Mencetak Lulusan Siap Kerja Terbaik 2020

Kata OK pertama kali muncul di Boston sekitar tahun 1830-an. Saat itu, penggunaan singkatan dari kesalahan ejaan yang disengaja cukup populer digunakan dalam percakapan sehari-hari atau menjadi bahasa gaul pada saat itu, sebagai contoh:

  • KY untuk "Know Yuse" atau "No Use"
  • NC untuk "Nuff Ced" atau "Enough Said"
  • OW untuk "Oll Wright" atau "All Right"

Tren yang awalnya muncul di Boston ini jadi menyebar ke seluruh Amerika setelah salah seorang editor Boston Morning Post bernama Charles Gordon Greene, memasukkan singkatan OK di dalam tulisannya yang terbit pada 23 Maret 1839.

Setelah itu, kata OK juga digunakan oleh Martin van Buren yang merupakan seorang politikus asal Kinderkook, New York, pada masa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1840.

Baca juga: BCA Buka Beasiswa 2022 Lulusan SMA/SMK, Kuliah Gratis dan Uang Saku

Saat itu ia ingin menyampaikan pesan bahwa "Old Kinderkook" adalah "Oll Korrect".

Sejak penemuan telegraf pada 1844, "OK" resmi digunakan operator telegraf sebagai tanda bahwa pesan sudah diterima.

Kata OK terus digunakan karena dianggap mudah diucapkan dan cepat dipahami.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.