Kompas.com - 26/05/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUMIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Dosen IPB dari Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik memberikan komentar terkait cryptocurrency yang saat ini sedang naik daun.

Menurut dia, cryptocurrency (mata uang kripto) merupakan mata uang virtual atau digital yang biasa dipakai untuk bertransaksi secara virtual.

Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Dosen Unair: Masyarakat Harus Hati-hati

Biasanya transaksi menggunakan cryptocurrency ini dilakukan melalui jaringan internet.

"Biasanya dipakai untuk bertransaksi secara virtual dan biasanya dalam proses maupun mekanismenya, cryptocurrency ini bersifat desentralisasi," ucap dia melansir laman IPB, Rabu (26/5/2021).

Artinya, lanjut dia, cryptocurrency berbeda dengan uang biasa.

Dia menjelaskan, uang biasa bersifat sentralisasi sehingga ada otoritas yang mengatur, menciptakan dan memantau peredaran uang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pakar Ekonomi Syariah IPB ini juga menjelaskan, pengembangan cryptocurrency dilakukan menggunakan teknologi enkripsi.

Dengan demikian, transaksi yang dilakukan dapat tercatat dalam sistem yang telah dibuat.

Dia mengaku, cryptocurrency muncul akibat adanya kombinasi dari fiat monetary system dengan teknologi digital.

Lanjut dia menyatakan, kehadiran cryptocurrency ini bertujuan untuk menguji sistem moneter yang selama ini digunakan di setiap negara.

Baca juga: Cerita Alumni Vokasi IPB Sukses Bangun Usaha Ternak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X