Kompas.com - 08/05/2021, 15:37 WIB

KOMPAS.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menjalin nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Perpustakaan Nasional Korea Selatan (NLK). Sebelumnya, Perpusnas dengan NLK menjalin nota kesepahaman di bidang perpustakaan pada 2015-2018.

Penandatanganan MoU diselenggarakan secara virtual pada Jumat (7/5/2021) antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Kepala NLK Suh Hye Ran.

Kaperpusnas menyatakan MoU yang dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara dalam pengembangan kapasitas ilmu perpustakaan.

Pada periode sebelumnya, sejumlah kegiatan dilakukan di antaranya Perpusnas mengirimkan pustakawan untuk magang dan lokakarya di National Library of Children and Youth South Korea, Konferensi Kemimpinan Perpustakaan Nasional Asia Tenggara (ASEAN) dan Korea Selatan tentang promosi membaca, serta program kolaborasi “Read Me a Book” antara NLK dengan perpustakaan nasional di ASEAN.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setinggi-tingginya bahwa Korea Selatan telah banyak menerima staf dari Perpustakaan Nasional untuk magang," jelas Syarif Bundo.

"Karena itu, dengan ditandatangani MoU ini, kami dengan hormat juga atas nama bangsa Indonesia ingin mengundang jajaran Kepala Perpustakaan Nasional Korea Selatan untuk berkunjung ke Indonesia,” tambahnya.

Kepala Perpusnas juga berharap, ke depan pertukaran informasi dan pengetahuan, pengiriman sumber daya manusia, dan pertukaran bahan pustaka, dapat berlanjut. Apalagi saat ini, di tengah pandemi Covid-19, Perpusnas terus mengembangkan beragam program unggulan untuk melayani masyarakat.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Gelar Lomba Literasi Cerahkan Negeri bagi Siswa ABK

Transformasi inklusi sosial

Salah satu program yang terus diperjuangkan Perpusnas adalah transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Dia menjelaskan, program ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.

“Perpustakaan Nasional saat ini mendampingi ribuan masyarakat termarjinalkan yang kemudian dengan buku-buku ilmu terapan dan life skill, mereka akhirnya bisa membuka usaha,” ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.