Kompas.com - 12/04/2021, 15:28 WIB
Permesinan merupakan salah satu bidang yang akan difokuskan dalam Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi. Permesinan merupakan salah satu bidang yang akan difokuskan dalam Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi.

KOMPAS.com - Melalui sebuah survei, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapati Sekolah menengah kejuruan (SMK) dan pendidikan tinggi vokasi menjadi pilihan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.

Saat ini, minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi cukup tinggi. Hal tersebut terungkap dari riset bertajuk “Survei Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi” yang diselenggarakan Kemendikbud bekerja sama dengan MarkPlus, Inc.

Hasil survei menunjukkan, sebanyak 82,05 persen responden tertarik melanjutkan pendidikan ke SMK dan 78,6 persen responden tertarik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi vokasi.

Faktor ketertarikan terbesar terhadap SMK dipengaruhi oleh prospek kerja yang dinilai bagus (57,8 persen) dan pilihan jurusan yang banyak (51,95 persen).

Baca juga: BCA Buka Beasiswa Penuh Kuliah Bisnis Perbankan untuk Lulusan SMA-SMK

Sementara itu, faktor ketertarikan terbesar terhadap pendidikan tinggi vokasi dipengaruhi oleh prospek kerja yang bagus (68,7 persen), studi yang singkat (46,1 persen), dan dinilai dapat langsung bekerja setelah lulus (41,7 persen).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan, hasil survei terkait animo masyarakat terhadap pendidikan vokasi merupakan fenomena yang menyenangkan.

“Tetapi, ini harus dituntaskan terus dengan program link and match. Artinya, ini harapan kita untuk mendapatkan peserta didik pendidikan vokasi yang lebih passionate dari sebelumnya,” kata Wikan.

Ada lima hal yang digali dalam riset ini, yaitu kesadaran atau awareness responden terhadap pendidikan tinggi vokasi maupun SMK, sumber informasi, persepsi peserta terhadap pendidikan tinggi vokasi dan SMK, alasan ketertarikan, dan hingga keinginan rekomendasi.

Survei ini tidak hanya melibatkan para siswa, tetapi juga orang tua untuk melihat persepsi orang tua terhadap jenjang pendidikan.

Baca juga: 10 Politeknik Milik Kemenperin Buka Pendaftaran, Subsidi Biaya Kuliah

Dari sisi awareness, mayoritas responden mengaku aware dengan pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi. Sejumlah 92,3 persen responden mengetahui informasi seputar SMK, sedangkan 70,6 persen responden mengetahui informasi mengenai pendidikan tinggi vokasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X