Kompas.com - 15/02/2021, 12:01 WIB
Ilustrasi mahasiswa Kalbe Institute DOK. KALBE INSTITUTEIlustrasi mahasiswa Kalbe Institute

KOMPAS.com- Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kembali digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tahun 2021.

Kali ini, kegiatan yang bertujuan mengembangkan inovasi dan kreativitas mahasiswa di Indonesia dibuat berbeda.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Aris Junaidi mengatakan PKM sengaja disosialisasikan lebih awal.

Tujuannya, agar mahasiswa bisa lebih mengerti panduan PKM kali ini dan sekaligus agar mahasiswa taat pada regulasi yang ada. Bila pada tahun 2020 PKM lebih ditujukan kepada konsep, sedangkan tahun yaitu berbentuk kegiatan riil.

Baca juga: Mahasiswa Punya Ide Usaha? Daftarkan di Program Wirausaha Kemendikbud

"Di 2020 masa pandemi Covid-19 yang sangat berat, kita lalui saat itu semua PKM di lakukan secara daring, maka di 2021 kita akan mencoba dilakukan dengan blended, baik luring maupun daring dan perubahan di jumlah skema keanggotaan," kata Aris, dilansir dari laman Youtube Ditjen Dikti.

Untuk saat ini, perubahan yang ada kata Aris jika tahun lalu pelaksanaan durasi antara 2 bulan kini menjadi tiga hingga 4 bulan.

Adapun, setiap skema PKM diisi sekitar tiga sampai lima mahasiswa. PKM kali ini diperuntukkan bagi mahasiswa Sarjana (S1) di seluruh perguruan tinggi melalui penyediaan dana yang bersifat kompetitif, akuntabel dan transparan.

Baca juga: Ikut Kampus Mengajar, Mahasiswa Sekaligus Menjadi Duta Edukasi

Secara garis besar, PKM dikelompokkan menjadi tiga, yaitu PKM 5 Bidang yang terdiri dari Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kewirausahaan, Penerapan Iptek, dan Karsa Cipta.

Kemudian, PKM Gagasan Futuristik Konstruktif. Lalu, PKM Karya Tulis yaitu, Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis (PKM-GT) termasuk dalam golongan insentif.

"Jenis kegiatan PKM ini melatih mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi ke tengah-tengah permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah, masyarakat, dan dunia kerja atau industri, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara melangkah ke masa yang membawa Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur," tutur Aris.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X