Pakar Unair: Butuh Empat Tahun Masyarakat Bebas Masker

Kompas.com - 16/01/2021, 17:11 WIB
Ilustrasi Covid-19, virus corona, pasien Covid-19, pasien infeksi virus corona ShutterstockIlustrasi Covid-19, virus corona, pasien Covid-19, pasien infeksi virus corona

KOMPAS.com - Semua orang pasti berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Termasuk, harapan tak lagi menggunakan masker.

Meski Rabu (13/1/2021) lalu program vaksinasi telah diluncurkan, namun hal itu tak lantas melenyapkan Covid-19 dalam sekejap. Sebab, seseorang yang telah divaksin pun masih harus menggunakan masker dan menaati protokol kesehatan.

Baca juga: Penggunaan Masker 95 Persen, Pakar Unpad: Angka Covid-19 Bisa Turun

Pakar Imunologi dari Universitas Airlangga ( Unair) Agung Dwi Wahyu Widodo mengatakan, masker baru dapat dilepas setelah pandemi berakhir.

Berkaca dari musibah pandemi pada tahun 1918 silam, setidaknya butuh waktu sekitar empat tahun hingga pandemi benar-benar berakhir.

"Artinya, masyarakat bisa bebas tak lagi menggunakan masker selama setidaknya empat tahunan itu. Dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan," kata Agung, dilansir dari laman unair.ac.id.

Ia menjelaskan, setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal. Setidaknya perlu waktu sepekan untuk menghasilkan antibodi.

Antibodi yang dihasilkan itu pun, kata Agung masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, misalnya Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin masih dapat terjadi meski telah menerima vaksin.

Baca juga: PPKM Harus Serentak Semua Wilayah, Begini Saran Pakar Unair

"Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya," tegasnya.

Dosen pada Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unair ini mengatakan tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Masyarakat harus tetap waspada. Sebab menurutnya, vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.

Ia menyarankan, agar masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi, dan menjauhi kerumunan.

"Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus akan tetap terjadi," tuturnya.

Kepada masyarakat, Agung mengingatkan bahwa setelah pemberian vaksin, kekebalan tubuh belum tentu meningkat secara langsung. Terlebih lagi, hasil vaksinasi setiap orang tidak sama. Oleh karena itu, masker tetap perlu dipakai.

Baca juga: Agar Anak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Ini Tipsnya

"Penggunaan masker dapat meminimalisir virus yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jumlahnya kecil dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh," terangnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X