Kompas.com - 12/01/2021, 10:58 WIB
Ilustrasi covid 19 KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi covid 19

KOMPAS.com - Awal tahun 2021 Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Hingga, Senin (11/1/2021), tercatat penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8.692 orang. Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hal tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Tanah Air mencapai 836.718.

Pakar Biostatistika Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, mengatakan untuk itu ada Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021 sudah cukup tepat.

Meski demikian, ada catatan yang harus diberikan. Pelaksanaan PPKM hendaknya dilakukan secara serentak di seluruh Jawa-Bali. Hal tersebut dimaksudkan untuk menekan penularan Covid-19 secara total.

Baca juga: Penggunaan Masker 95 Persen, Pakar Unpad: Angka Covid-19 Bisa Turun

"Kalau kita mau membatasi pergerakan itu yang betul-betul harus dilakukan di seluruh wilayah pulau Jawa, Madura, dan Bali. Misalnya Surabaya sekarang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lainnya tidak, nanti ada DKI Jakarta juga PSBB tapi Bekasi dan Depok tidak, percuma saja," ujarnya melalui rilis yang dilansir di laman Unair.

Ia mengatakan, PSBB atau saat ini untuk kasus Jawa dan Bali adalah PPKM, harus parsial dan tidak ada penularan Covid-19 yang mirip olahraga ping-pong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Atau gampangnya itu penularan akan bolak-balik saja," jelas dia yang juga menjadi inisiator Tim Advokasi PSBB & Surveilans Covid-19 Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair.

Windhu menuturkan jika pembatasan dilaksanakan di daerah tertentu dan pergerakan tetap berjalan maka yang boleh beraktivitas hanya sektor yang esensial.

Yaitu, sektor yang berkenaan dengan kebutuhan bahan pokok dan pom bensin sebagai penyedia energi untuk distribusi logistik.

"Tapi nyatanya kan yang direncanakan pemberlakuan seperti, jam malam sampai jam 7 malam. Restauran dibatasi tapi orang yang boleh makan di tempat 25 persen. Beribadah di gereja, di masjid 50 persen saja. Sektor non-esensial masih dibuka dan pergerakan tetap berjalan," tutur Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.