Kompas.com - 17/12/2020, 19:53 WIB
Tak hanya bisa melayani pasien Covid-19, kini robot Raisa buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga bisa sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis. Dok. ITSTak hanya bisa melayani pasien Covid-19, kini robot Raisa buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga bisa sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis.
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) memesan 10 Robot Medical Assistant ITS – Unair (RAISA) dan 35 perangkat pembuka otomatis untuk ditempatkan di rumah sakit yang tersebar di Indonesia. Langkah ini dilakukan demi penanganan Covid-19.

Ketua Tim Pengembang Robot RAISA, I Ketut Eddy Purnama menjelaskan, bahwa 10 unit robot RAISA yang dibeli, terdiri dari lima robot RAISA untuk Intensive Care Unit (ICU) dan lima robot RAISA untuk High Care Unit (HCU).

Baca juga: Robot RAISA ITS Siap Bertugas di Wisma Atlet untuk Rawat Pasien Covid

"Semua unit RAISA sudah dilakukan kontrol kualitas dengan menjalankannya sampai beberapa jam dengan jarak sampai lebih dari satu kilometer," ucap Ketut melansir laman ITS, Kamis (17/12/2020).

Ketut mengatakan, robot RAISA HCU akan digunakan untuk membantu tenaga medis dalam mengantarkan makanan, minuman, obat, barang pribadi milik pasien, dan komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga medis.

Sedangkan robot RAISA ICU, dibekali kamera khusus yang digunakan untuk mengontrol tanda vital pasien, tetesan infus, hingga kantong urin pasien.

"Dengan kemampuan itu, tenaga medis dapat memperkirakan kondisi pasien Covid-19 di ICU dengan tepat dan real time, tanpa perlu mendatanginya," jelas dia.

Robot RAISA memiliki banyak fitur baru

Dosen dengan sapaan Ketut ini menjelaskan, meski tidak ada fitur khusus yang dipesan, tapi kini robot RAISA telah dilengkapi beberapa fitur terbaru. Fitur tersebut memungkinkan robot RAISA untuk dapat mudah dilacak dalam jaringan komunikasi.

"Fitur tersebut akan membuat operator RAISA dapat menjalankan robot yang satu dengan yang lain dengan lebih mudah," kata dosen Departemen Teknik Komputer ini.

Lanjut dia menyebutkan, fitur lain yang juga ditambahkan adalah fitur pencatatan penggunaan robot RAISA per operator yang dihitung dari jarak tempuh robot dalam waktu yang ditentukan. Adanya fitur tersebut, memungkinkan kinerja dari operator juga dapat dipantau.

Baca juga: Jokowi Minta ITS Jadi Garda Depan Pengembangan Teknologi dan Sains

"Diharapkan pengoperasian robot RAISA dapat seperti bermain gim. Operator yang bersangkutan akan memperoleh skor tertinggi apabila RAISA yang dikendalikannya banyak digunakan," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X