Kompas.com - 15/12/2020, 14:05 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo menjadi pembicara dalam acara Rakernas Mata Garuda. DOK. Mata GarudaKetua MPR Bambang Soesatyo menjadi pembicara dalam acara Rakernas Mata Garuda.
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Mata Garuda sebagai alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia bisa terus memiliki semangat mengabdi kepada bangsa dan negara.

Mata Garuda adalah ikatan alumni penerima beasiswa LPDP dari berbagai perguruan tinggi, pendiriannya memiliki tujuan agar alumni LPDP dapat berkolaborasi, berinovasi, dan menerapkan solusi berdasarkan keahliannya. Sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: 16 Penyandang Disabilitas Terima Beasiswa LPDP, Ada yang Kuliah S3

"Mereka sebagai generasi muda Indonesia juga harus berperan sebagai agen perubahan," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima media, Selasa (15/12/2020).

Dia mengatakan, nilai-nilai yang dijunjung Mata Garuda, yaitu Kolaboratif, Emansipatif, Kreatif, Inovatif, Inklusif (Kolektif) diharapkan dapat diaktualisasikan melalui implementasi.

"Pesan lainnya kepada Mata Garuda, agar bisa tetap menjunjung semangat kebhinekaan dalam membangun bangsa dan negara," jelas Bambang.

Harus bersinergi dengan semua lapisan

Ketua Umum Mata Garuda Pusat, Erbi Setiawan berharap Mata Garuda di masa mendatang bisa bersinergi dengan semua lapisan, dan terus berkolaborasi dengan berbagai macam institusi.

"Karena Mata Garuda tidak bisa sendiri membangun Indonesia," jelas dia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto menyampaikan, negara memberikan kesempatan kepada Mata Garuda semua mencari ilmu. Dan saat ini, Mata Garuda menyediakan ruang untuk alumni LPDP untuk mengaktualisasikan semua ilmu yang telah didapat.

Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban menyatakan, alumni LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda di pusat maupun daerah harus bisa bersinergi dalam menjalankan program.

"Ada satu hal yang perlu diingat, nama LPDP itu terletak pada karya yang telah ditorehkan oleh para alumninya," tutur dia.

Sebagai penerimah Beasiswa LPDP, Andhyta F. Utami menambahkan, bahwa seringkali kepemimpinan itu diartikan adalah orang yang berani menjabat (menjadi ketua) dalam suatu organisasi. Namun demikian, kepemimpinan itu bukan tentang titel tersebut.

Terkadang, bilang Andhyta, orang yang paling menjalankan kepemimpinan adalah orang yang berada di balik layar.

Baca juga: Siswa Vokasi, LPDP Kemenkeu Bakal Buka Beasiswa di 2021

"Yang membuat berbeda adalah orang-orang yang berani menyuarakan kebenaran dan berani menyuarakan kepada pemimpinnya jika ada hal yang salah dalam organisasinya," pungkas dia yang saat ini menjabat sebagai Co-Founder Think Policy Society.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X