Kompas.com - 19/11/2020, 12:04 WIB
Suasana penjurian cabang pencak silat KOSN 2020 jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK) pada tanggal 16?21 November 2020. DOK. PUSPRESNAS 2020Suasana penjurian cabang pencak silat KOSN 2020 jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK) pada tanggal 16?21 November 2020.

KOMPAS.com - Pencak silat menjadi salah satu cabang olah raga diperlombakan dalam Kompetisi Olahraga Siswa Nasional atau KOSN 2020. Tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, kompetisi ini digelar untuk menjaga semangat siswa berprestasi, khususnya bidang olah raga.

Terdampak pandemi, KOSN 2020 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional ( Puspresnas) Kemendikbud diadakan secara daring mengangkat tema "Melejitkan Talenta dan Prestasi Olahraga di Masa Pandemi" dan hanya melombakan 2 cabang olah raga; pencak silat dan karate.

Meski dilaksanakan secara daring, jumlah siswa mendaftar pada seleksi provinsi mencapai 2.628 siswa SD dan SMP serta 5.541 siswa SMA dan SMK. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan seleksi KOSN tingkat provinsi.

Bahkan, KOSN 2020 juga diikuti beberapa sekolah dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yakni dari SILN di Arab Saudi, Belanda, Malaysia, dan Thailand.

Baca juga: Kobarkan Semangat Menolak Menyerah, Kompetisi Olahraga Siswa Nasional Digelar Daring

Siswa tetap semangat berlatih

Pencak silat dalam KOSN 2020 melombakan kategori Jurus Tunggal. Jurus Tunggal adalah kategori yang menampilkan seorang pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus tunggal baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan bersenjata sesuai kaidah berlaku.

Secara umum pelaksanaan lomba dilakukan secara online. Peserta mengikuti lomba dari rumah, didampingi orangtua atau sekolah yang diprakarsai Dinas Pendidikan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan ketat.

"Dengan adanya KOSN yang berjalan di tengah pandemi ini dapat membangkitkan kembali semangat anak-anak. Jadi anak memiliki tujuan dalam berlatih selama ini," ujar Warna, Ketua Dewan Juri Pencak Silat KOSN 2020.

Ia menilai kualitas kemampuan peserta sama sekali tidak mengalami penurunan meski dilakukan secara daring.

"Kualitas peserta tidak berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hanya bedanya kalau tahun-tahun mereka berprestasi dari gelanggang, kini mereka berprestasi dari rumah," jelas Warna yang telah menjadi juri sejak KOSN tahun 2002 yang dulu bernama O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional).

Hal senada disampaikan I Ngurah Ardina, Ketua Pertandingan Pencak SIlat KOSN tahun ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X