Kompas.com - 03/11/2020, 08:13 WIB
Ilustrasi anak belajar dari rumah. (DOK. SHUTTERSTOCK) Ilustrasi anak belajar dari rumah. (DOK. SHUTTERSTOCK)

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengajak banyak pihak untuk tidak memberikan beban berlebihan terhadap siswa dalam menjalani belajar dari rumah (BDR).

“PJJ hadir memberi pengalaman belajar yang bermakna, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan," tegas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani di Jakarta (2/11/2020).

Evy menambahkan, aktivitas dan tugas pembelajaran dapat dilakukan bervariasi dengan memperhatikan kondisi psikologis siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses dan fasilitas belajar di rumah.

Kemendikbud sebenarnya telah menghadirkan berbagai kebijakan yang bertujuan meringankan beban siswa, guru, dan orangtua di masa pandemi.

Contohnya, terus mendorong sekolah memakai kurikulum yang disederhanakan atau kurikulum darurat di masa pandemi demi meringankan beban guru, siswa, dan orangtua.

Baca juga: Kemendikbud: Kurikulum Darurat untuk Kurangi Beban Guru dan Siswa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ringankan beban belajar anak

 

 

Imbauan ini kembali diingatkan Kemendikbud sebagai tanggapan atas peserta didik jenjang SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan peserta didik jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Oktober lalu.

Meski berdasarkan hasil klarifikasi, kasus meninggalnya peserta didik di Kabupaten Goa dipastikan bukan terjadi karena pembelajaran jarak jauh (PJJ), pihak Kemendikbud menyampaikan ucapan duka mendalam dan kembali mendorong kolaborasi semua pihak untuk meringankan beban belajar anak.

“Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan pada masa pandemi karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan dan masyarakat luas," ungkap Evy.

Ia melanjutkan, "di saat yang sama, kita harus tetap memastikan pembelajaran tetap berjalan di masa pandemi untuk menjamin hak anak-anak atas pendidikan.”

Selain itu, Kemendikbud terus berinovasi mendorong berbagai alternatif metode belajar jarak jauh yang tidak hanya lewat daring, tapi juga luring (luar jaringan), yang artinya tidak memerlukan gawai dan akses internet.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.