Menag Optimis Pesantren Bisa Lewati Pandemi Covid-19

Kompas.com - 22/10/2020, 17:38 WIB
Menteri Agama, Fachrul Razi saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah hak pakai Kemenag No 00051 (lokasi replika Grand Mosque Mohammed Bin Zayed) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMenteri Agama, Fachrul Razi saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah hak pakai Kemenag No 00051 (lokasi replika Grand Mosque Mohammed Bin Zayed) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020).

KOMPAS.com - Menteri Agama ( Menag) Fachrul Razi meyakini keluarga besar pesantren, seperti santri dan pengajar bisa melewati pandemi Covid-19 dengan baik.

Menurut dia, peringatan hari santri tahun ini secara khusus mengusung tema " Santri Sehat Indonesia Kuat". Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali Indonesia, saat ini tengah dilanda Pandemi covid-19.

Baca juga: Menag Ajak Santri Pesantren Sejahterakan Tanah Papua

"Tema ini merupakan jawaban dari komitmen bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Saya yakin santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati pandemi covid-19 dengan baik, Insya Allah, negara kita juga akan sehat dan kuat," ucap Menag melansir laman Kemenag, Kamis (22/10/2020).

Dia mengaku, selama tujuh bulan pandemi, banyak pesantren yang telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak penyebaran Covid-19. Ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimiliki.

"Tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai dan pimpinan pesantren menjadi kunci. Semua tetap mengutamakan keselamatan santrinya," katanya.

Dia berharap keluarga pesantren, masyarakat Indonesia dan warga dunia bisa melewati pendemi Covid-19 ini dengan baik.

Kemenag salurkan bantuan kepada 8 pesantren

Belum lama ini, bilang dia, Kemenag telah menyalurkan bantuan kepada 8 pesantren di Jawab Barat (Jabar) maupun Jawa Tengah (Jateng). Semua pesantren yang diberikan bantuan ini terkonfirmasi mengidap Covid-19.

"Ini merupakan tahap awal yang diberikan, bantuan disalurkan ke 8 pesantren di Jabar dan Jateng. Setidaknya ada 861 santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 di pesantren itu," ucap dia.

Dia menyebutkan, beberapa bantuan yang disalurkan, seperti 38 ribu masker medis, 35.940 masker kain, 1.825 hand sanitizer, 2.460 botol suplemen, dan 2.150 sabun cuci tangan.

"Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk disinfektan, alat foging, isi ulang hand sanitizer, madu, dan alat pelindung diri (APD)," sebut Menag.

Menag menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan rasa prihatin pemerintah terhadap dunia pendidikan di pesantren. Tim Satgas Kemenag akan terus bergerak dan menyalurkan bantuan ke sejumlah pesantren lainnya, khususnya yang terkonfirmasi Covid-19.

Hingga kini, kata dia, tercatat ada 1.510 santri, ustaz, dan ustazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari berbagai pesantren di Indonesia.

Baca juga: Kemenag Salurkan Bantuan ke 8 Pesantren Terkonfirmasi Covid-19

"Dari jumlah tersebut, 976 orang sudah dinyatakan sembuh. Sisanya, masih dalam proses perawatan dan isolasi. Bantuan ini, tidak termasuk Bantuan Operasional Pesantren (BOP) yang diberikan oleh Kemenag sejak akhir Agustus 2020 kemarin," jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X