“Rhythm of Hope” Jadi Wujud Kerinduan Maranatha University dalam Berkarya

Kompas.com - 12/10/2020, 22:25 WIB
Maranatha Christian University Choir (MCUC) membawakan lagu Izar Ederrak dalam konser virtual bertajuk ?Rhythm of Hope? pada Sabtu (10/10/2020) di akun YouTube Maranatha Christian University Choir. DOK. MARANATHA CHRISTIAN UNIVERSITY CHOIRMaranatha Christian University Choir (MCUC) membawakan lagu Izar Ederrak dalam konser virtual bertajuk ?Rhythm of Hope? pada Sabtu (10/10/2020) di akun YouTube Maranatha Christian University Choir.

 

KOMPAS.com – Kemunculan pandemi Covid-19 di dunia membuat berbagai aktivitas menjadi terhambat, salah satunya kegiatan paduan suara.

Direktur Musik dan Konduktor Maranatha Christian University Choir (MCUC) Agustinus Bambang Jusana menyampaikan bahwa ada sedikit kekhawatiran saat pandemi mulai melanda.

“Ada sedikit kekhawatiran saat pandemi mulai melanda. Bernyanyi bersama menjadi hal yang mustahil saat ini. Padahal bernyanyi itulah yang menjadi perekat kita,” ujar Agustinus pada Sabtu (10/10/2020).

Baca juga: Mahasiswa, Ini Cara Hadapi Berbagai Masalah Saat Tes Lisan

Akan tetapi, Agustinus melihat bahwa selalu ada anugerah di balik hambatan akibat pandemi Covid-19.

“Kita diajarkan untuk beradaptasi. Kita diajarkan untuk menghargai apa arti kebersamaan sebenarnya dan bentuk kebersamaan yang selama ini dengan mudah dibangun seolah diuji. Seberapa kuat kita bisa melewatinya,” jelasnya.

Maka dari itu, konser virtual bertajuk “Rhythm of Hope” menjadi manifestasi atas kerinduan seluruh anggota paduan suara MCUC untuk berkarya.

Agustinus yakin, ada secercah harapan untuk menjaga kebersamaan di tengah keterbatasaan.

“Cahaya itu akan terus kami pegang dan kami gaungkan untuk menginspirasi kita semua yang mencintai dunia paduan suara,” imbuhnya dalam pembukaan konser virtual.

Cerita pandemi lewat musik

Melalui “Rhythm of Hope”, MCUC menunjukan usahanya untuk adaptasi dan mengubah cerita semasa pandemi lewat musik.

“Harapan itu kami ungkapkan melalui lagu tematik yang menggambarkan kondisi saat ini,” tulis MCUC di akun YouTube resminya.

MCUC mencoba untuk menafsirkan setiap makna perjalanan sejak awal dimulainya pandemi hingga saat ini dengan ritme dan lagu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X