Sri Sultan Coba Alat Diagnosis Covid-19 Buatan UGM

Kompas.com - 12/10/2020, 22:21 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, mencoba alat diagnosis cepat infeksi Sars-Cov2 melalui hembusan nafas buatan UGM.

Pengujian dilakukan dengan menghembuskan nafas ke dalam masker nonrebreathing yang akan disambungkan dengan perangkat GeNose.

"Dalam pertemuan ini kami menyampaikan progress dari inovasi GeNose yang sekarang dalam proses untuk uji klinis, uji diagnosis, dan menunggu izin edar dari Kementerian Kesehatan," ucap Rektor UGM Panut Mulyono dalam keterangannya, melansir laman UGM, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Mahasiswa, Seperti Ini Lho Faktor Keberhasilan di Dunia Kerja

GeNose adalah hidung elektronik yang bekerja dengan sistem penginderaan atau sensor untuk mengenali pola senyawa. GeNose dirancang untuk mengenali pola Volatile Organic Compound yang terbentuk dari infeksi Covid-19 dan terbawa dalam nafas manusia.

Alat ini merupakan salah satu produk inovasi UGM yang dapat digunakan untuk mendeteksi Covid-19 secara cepat dan akurat.

Anggota tim peneliti GeNose yang hadir dalam pertemuan ini, Dian Kesumapramudya menyatakan, GeNose dapat digunakan sebagai salah satu metode skrining bersama rapid test serta PCR.

Sejumlah tahapan masih harus dilalui sebelum alat ini dapat mulai diproduksi secara massal. Proses uji diagnosis rencananya akan mulai dilakukan dalam minggu ini, dan diharapkan proses produksi dapat dimulai pada pertengahan November mendatang.

"Harapannya November sudah mulai bisa produksi massal, setelah alat ini dipresentasikan ke Kementerian Kesehatan. Ada prosedur-prosedur yang harus dilalui, dan ini butuh waktu," jelas dia.

Uji diagnosis dengan banyak sampel

Untuk uji diagnosis sendiri, Dian menjelaskan, diperlukan sebanyak 1.600 subjek dengan 3.200 sampel. Sampel ini akan diambil dari sembilan rumah sakit, termasuk di antaranya RSUP dr. Sardjito, Rumah Sakit Akademik UGM, dan RSPAU Hardjolukito.

Sebelum dilakukan uji diagnosis, alat ini sebelumnya telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid, dan menunjukkan tingkat akurasi tinggi sebesar 97 persen.

GeNose memiliki sejumlah keunggulan sebagai alat deteksi cepat Covid-19, yaitu reliabilitas tinggi karena menggunakan sensor yang dapat dipakai hingga puluhan ribu pasien dalam jangka lama, mampu memberikan hasil dalam waktu yang relatif cepat, noninvasif, serta memerlukan biaya pengujian murah menggunakan masker nonrebreathing dan hepa filter sekali pakai.

Dian menambahkan, karena alat ini menggunakan sistem artificial intelligence, semakin banyak tes yang dilakukan maka tingkat akurasi juga akan semakin meningkat.

Dengan melalui uji diagnosis yang akan dilakukan selama beberapa minggu ke depan, nantinya akan diperoleh hasil yang menunjukkan apakah produk ini layak untuk digunakan sebagai alat kesehatan yang akurat.

Baca juga: Guru Besar UGM: Belum Ada Obat Covid-19, Remdesivir untuk Darurat

"Lewat uji diagnostik kita akan menjawab keraguan terhadap alat ini," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X