Kompas.com - 08/10/2020, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Vokasi Wikan Sakarinto menyatakan pentingnya pendidikan karakter sebagai bentuk kelengkapan individu dalam menghadapi persaingan di dunia kerja, serta perubahan dunia industri di masa depan.

Sebagai seorang yang memiliki latar belakang pendidikan Vokasi, Wikan menyepakati kehadiran IPK yang tinggi dan keterampilan yang mumpuni tidak langsung cukup memenuhi persyaratan lulusan vokasi untuk bersaing di dunia industri.

Baca juga: Ditjen Pendidikan Vokasi Tingkatkan Kualitas LKP

"Jadi bukan IPK dan keterampilan. Hard skill dan soft skill juga penting. Tapi, ada yang lebih penting, yaitu karakter. Makanya, gabungan hard skill, soft skill, karakter kejujuran adalah yang disebut kompetensi," kata Wikan dalam keterangannya, melansir laman Vokasi Kemdikbud, Kamis (8/10/2020).

Wikan menyakini, Politeknik Negeri Sriwijaya sebagai perguruan tinggi yang telah menjalankan program "link and match" dengan baik, maka akan bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa mendatang.

Untuk itu, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya yang merupakan individu cerdas, terampil, dan berkarakter kuat, harus mampu berkembang dengan perubahan yang akan terus terjadi.

"Nanti adik-adik akan lulus pada 4 sampai dengan 5 tahun lagi. Adik-adik akan berusia 22 sampai 23 tahun, kemungkinan besar hidup sampai 50 tahun yang akan datang, akan menemui hal-hal baru, pekerjaan baru, kompetensi baru, serta teknologi baru. Ini adalah bukti bahwa perubahan," jelasnya.

Jangan takut tenaga kerja asing

Wikan menekankan, hanya orang-orang yang kreatif, serta memiliki soft skill dan leadership kuat yang akan survive dalam setiap fase perubahan.

"Tidak perlu takut dengan tenaga kerja asing, selama adik-adik kompeten. Justru, SDM kitalah yang akan membanjiri dunia dan memimpin dunia, buktikan saja itu," tegas dia.

Direktur Politeknik Sriwijaya, Ahmad Taqwa memiliki pandangan yang sama dengan Wikan. Menurutnya, pendidikan karakter budaya kerja yang kuat dalam masing-masing lulusan vokasi juga dibutuhkan kedepannya.

Adapun karakter tersebut adalah kejujuran, budaya disiplin, dan keinginan untuk terus berkembang menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

"Pendidikan karakter disiplin dan jujur merupakan salah satu kurikulum yang sudah dibentuk sejak awal oleh jajaran akademisi Politeknik Sriwijaya demi terwujudnya lulusan vokasi yang unggul dan kompeten," ucap Ahmad.

Baca juga: Tingkatkan Citra Pendidikan Vokasi, Dirjen Vokasi Luncurkan Akun Youtube

Ahmad menambahkan, pengenalan pendidikan tinggi vokasi sebagai lingkungan belajar siswa, sangat berguna untuk menumbuhkan keterampilan siswa dalam bidang hard skill maupun soft skill selama menjalankan pendidikan di kampus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.