Pelajar SMK Harus Ditanamkan Ilmu "Soft Skill"

Kompas.com - 22/09/2020, 14:04 WIB
Ilustrasi siswa SMK. Dok. Shutterstock Ilustrasi siswa SMK.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto menyampaikan anak didik atau pelajar di SMK harus ditanamkan soft skill, seperti kemampuan komunikasi, sikap, dan karakter baik oleh tenaga pendidik.

Dengan soft skill baik, Wikan meyakini para lulusan SMK nantinya akan mampu berkomunikasi dengan baik saat nantinya mereka menjadi wirausaha atau bekerja di dunia industri.

Hal ini disampaikan Wikan saat berkunjung ke SMK Negeri 2 Yogyakarta, Selasa (22/9/2020). Pada kunjungannya ini, Wikan menyampaikan beberapa pesan penting kepada tenaga pendidik SMK Negeri 2 Yogyakarta.

Baca juga: Kemendikbud: Info Lowongan Lulusan SMK Minggu Ketiga September 2020

"Jadi disamping hard skill yang diajarkan kepada anak didik, soft skill lebih utama yang harus diajarkan tenaga pendidik ke anak didik," ungkap Wikan dalam keterangannya, seperti melansir laman SMK Negeri 2 Yogyakarta.

Wikan menyampaikan, bapak dan ibu guru pengajar SMK Negeri 2 Yogyakarta itu juga harus bisa meyakinkan para siswa, jikalau mereka tidak salah memilih bangku SMK saat melanjutkan pendidikan dari SMP.

"Jadi kalian harus katakan dengan bangga, kalau siswa SMK di sini tidak salah pilih untuk melanjutkan pendidikan," tegas dia.

Tak hanya itu, Wikan juga mengharapkan kepada tenaga pendidik, agar semua kegiatan sekolah di posting secara terbuka. Bahkan bila perlu undang wartawan lokal di Yogyakarta, agar kalangan industri memiliki kepercayaan penuh dengan kualitas siswa yang ada di SMK, tambah Wikan.

Saat berkunjung ke SMK Negeri 2 Yogyakarta, Wikan tidak lupa melakukan swafoto bersama di bengkel teknik pemesinan dan laboraturium keahlian multimedia dan sija. Pada saat berkunjung, Dirjen Wikan disambut baik oleh Kepala Balai Dikmen Yogyakarta, Rr Suhartati bersama manajemen dan guru SMK Negeri 2 Yogyakarta.

Sebelumnya Wikan mengatakan, saat ini banyak di antara lulusan SMK yang langsung terjun di dunia kerja. Hal ini tak lepas dari kurikulum diterapkan di SMK sudah sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurut Wikan, fasilitas dan kurikulum beberapa SMK di Indonesia yang sudah menerapkan link and match atau "penikahan massal" dengan Industri dan Dunia Kerja (Iduka) tidak kalah dibandingkan sekolah vokasi di negara Jepang. 

Baca juga: Lulusan SMK Bisa Dapat Gelar D2, Kemendikbud Akan Adopsi Vokasi Jepang

"Meski awalnya terkejut dan bingung, semuanya menyatakan senang sekali bisa kita cek langsung, mulai dari kurikulum hingga menggali potensi produk-produk hasil karya mereka," ujar Wikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X