Ingin Anak Gemar Matematika? Kenalkan Konsep, Tak Sekadar Rumus

Kompas.com - 05/09/2020, 21:05 WIB
Ilustrasi matematika DOK. PIXABAYIlustrasi matematika

KOMPAS.com - Di era teknologi yang semakin maju, artificial intelligence (AI) yang semakin berkembang, membuat sejumlah pekerjaan yang tadinya dikerjakan oleh manusia kini mulai tergantikan oleh mesin.

Salah satu contoh kecil ialah aplikasi bertema smart camera calculator. Melalui aplikasi tersebut, soal-soal aritmatika dasar, persamaan kuadrat dan perhitungan kompleks lainnya bisa diselesaikan.

Bahkan, mampu memberikan sejumlah alternatif rumus untuk mengerjakannya. Sekali potret soal, jawaban langsung didapat.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Mohon Kembali ke Tanah Air, Negara Membutuhkan Anda

Pertanyaannya, saat hampir semua kalkulasi bisa dilakukan oleh mesin, apakah anak masih perlu pelajaran matematika?

Theja Kurniawan Kepala Sekolah SMA Santa Laurensia yang juga pernah menjadi guru dan staf ahli matematika mengatakan, matematika merupakan sebuah kendaraan untuk mengembangkan kompetensi intelektual seseorang.

"Bukan fokus pada matematika, matematika hanya tool," paparnya dalam webinar New Normal New Math yang digelar oleh Curious Math, Sabtu (5/9/2020).

Curious Math merupakan lembaga pembelajaran matematika yang tak hanya fokus pada soal dan rumus, namun membimbing anak memahami konsep-konsep matematika.

Pasalnya, jelas Theja, matematika bukanlah tentang rumus, melainkan sebuah konsep yang mengajarkan anak banyak hal untuk bisa memenuhi kompetensi yang dibutuhkan di era yang semakin maju.

Baca juga: Siswa SMP-SMA, Aplikasi Ini Gratiskan Video Pembelajaran IPA-Matematika

Di abad ke-21, lembaga pendidikan dunia bahkan menyebut 4C sebagai skill atau kemampuan yang perlu dimiliki anak-anak agar bisa bersaing yaitu critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), creativity (kreativitas), communication skills (kemampuan berkomunikasi), dan collaboration (kemampuan untuk bekerja sama).

"Tidak ada calculation. Calculation akan digantikan dengan AI," terang Theja.

New Normal, New Math

Seminar New Normal, New MathDOK. CURIOUS MATH Seminar New Normal, New Math

Kilpatrick, Swafford & Findell (Eds) 2001 menyebut, matematika yang dibutuhkan oleh anak-anak saat ini, tidaklah sama dengan matematika yang orangtuanya atau kakek neneknya pelajari.

Pendidikan zaman dahulu, lanjut Theja, dibuat mengikuti kebutuhan industri pada masa itu.

Itu mengapa sekolah dibangun seperti pabrik, karena revolusi industri membutuhkan orang dengan kemampuan yang sama atau standar.

Baca juga: UN 2020 Ditiadakan, Kenali Soal-soal Asesmen Pengganti UN Ini

Kini, anak-anak hidup di era di mana critical thinking sangat diperlukan. Sehingga matematika tidak bisa diajarkan hanya dalam bentuk kalkulasi.

Theja pun mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang menghapus UN dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Menurutnya, AKM sendiri mengacu pada standar penilaian global PISA dan TIMMS, di mana anak dilatih untuk mengerti konsep problem solving dari matematika, tidak hanya kalkulasi.

Sehingga, jelas dia, saat anak disuguhkan matematika dalam soal cerita atau soal-soal dengan gaya berbeda, maka ia bisa menyelesaikannya.

Dengan begitu, saat anak melihat soal baru, ia tak akan menjadi takut, melainkan bisa mengembangkan pemikirannya.

Baca juga: Cek Daftar Kampus Swasta dan Prodi yang Terima KIP Kuliah

Theja pun mendorong guru dan orangtua untuk beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman, agar anak-anak tak tertinggal di arus global.

"Bukan pelajarannya yang salah, kita hanya berada di kolam yang belum adjust (menyesuaikan) dengan perkembangan. Kolam telah berubah, sehingga kita juga mesti berubah mengikuti perkembangan," paparnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X