Pilih Vokasi atau S1? Ini Saran dari Dirjen Vokasi Wikan Sakarinto

Kompas.com - 22/05/2020, 15:05 WIB
Politeknik Pekerjaan Umum (PU), Semarang, Jawa Tengah. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPoliteknik Pekerjaan Umum (PU), Semarang, Jawa Tengah.


KOMPAS.com
- Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) 2020 yang pada tahun sebelumnya bernama Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) telah dibuka.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Vokasi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan para calon mahasiswa yang mendaftar SBMPN 2020 harus diawali dengan pemilihan bidang vokasi yang tepat sesuai minat (passion).

Salah satunya adalah mampu menentukan dan meneguhkan minat dan bakatnya melalui pemilihan program studi yang sesuai agar memiliki visi yang jelas.

“Cobalah dalami passionnya. Jika lebih senang analitikal, masuk ke S1 namun kalau karakternya menyukai penerapan ilmu, pilihlah vokasi. Masuk ke sana ( perguruan tinggi) mau jadi apa, kemudian pikirkan apakah pilihan pekerjaan itu akan membahagiakan calon mahasiswa tersebut, jika pertanyaan ini bisa dijawab, maka passionnya sudah tepat,” kata Wikan dalam siaran pers.

Wikan juga memotivasi para pendaftar berprestasi yang secara ekonomi terbatas kemampuannya untuk tetap berjuang memanfaatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Baca juga: SBMPN 2020 Telah Dibuka, Ini 6 Alasan Politeknik dan Vokasi Jadi Pilihan

“SBMPN harus berjalan, produktivitas tidak boleh turun, jangan menyerah dengan pandemi ini. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi namun berprestasi maka KIP kuliah dapat dimanfaatkan. Pilih prodi sesuai passion , bakat, minat dan visi Anda karena _this is gonna be your future_ demi Indonesia yang lebih baik di masa depan,” ujar Wikan.

Jalur SBMPN merupakan seleksi yang diperuntukkan bagi calon peserta/siswa sekolah yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bidang vokasi atau politeknik negeri di seluruh Indonesia.

Pola seleksi ini tertuang dalam suatu sistem terpadu dan diselenggarakan secara serentak melalui seleksi prestasi akademik siswa dalam mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah, atau Kejar Paket C.

Peserta didik yang diperbolehkan mengikuti SBMPN tahun ini adalah lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X