Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Riset dan Inovasi Diaspora Tahun Ini Diarahkan pada Penanganan Covid-19

Kompas.com - 13/04/2020, 11:43 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ka-BRIN) Bambang PS. Brodjonegoro menyatakan, setiap penelitian harus memberi kontribusi ilmiah yang signifikan bagi ilmu pengetahuan, dan menjadi solusi permasalahan nasional.

Hal tersebut dikatakan Bambang, saat me-launching program Skema Kolaborasi Riset-Inovasi Diaspora Indonesia, melalui konferensi video di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Untuk diketahui, program tersebut bertujuan memperkuat inovasi dan membangun ekosistem riset di Indonesia, sehingga diaspora Indonesia dapat meneliti dan bermitra dalam melahirkan invensi dan inovasi.

“Diaspora Indonesia tersebar di seluruh dunia. llmuwan diaspora merupakan jembatan yang akan membawa ilmuwan dalam negeri menuju gerbang pengetahuan dunia. Keberadaan mereka juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat bertanya,” kata Bambang, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Hadapi Corona Riset Lintas Ilmu Perlu Diutamakan, Mengapa?

Melihat kondisi negeri, riset dan inovasi diaspora tahun ini diarahkan untuk mendukung penanganan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

“Bisa dari berbagai bidang ilmu baik public healthmedicine, engineering, pemanfaatan big data, penanganan masalah ekonomi setelah pandemi berakhir, ketahanan sosial masyarakat dan selanjutnya,” kata Bambang.

Untuk program tersebut, pemerintah menganggarkan dana maksimal Rp 2 miliar per tahun dengan durasi 3 tahun.

Dana tersebut berasal dari pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan dikelola Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) yang bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek atau BRIN.

Baca juga: Hikmah Pandemi Covid-19 terhadap Riset dan Pengetahuan

Sementara itu, Direktur Eksekutif DIPI Teguh Raharjo mengatakan, skema tersebut bertujuan untuk mempercepat temuan nasional melalui kolaborasi penelitian internasional.

Peneliti yang dapat mengusulkan pendanaan melalui skema tersebut adalah kelompok riset yang berasal dari kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat.

Selain itu, lembaga riset milik organisasi kemasyarakatan juga dapat mengajukan usulan pendanaan asal bermitra dengan periset atau kelompok periset diaspora, dan memiliki fokus penelitian tentang masa depan Indonesia.

Teguh menambahkan, luaran penelitian harus memuat pengakuan (acknowledgement) dari Kemristek atau Ka-BRIN, dan DIPI.

Baca juga: Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset Penanganan Covid-19

“Luaran ditargetkan berupa artikel ilmiah dengan kategori Quartile 1 (Q1), first author, kekayaan intelektual terdaftar, prototipe teknologi atau produk, dan model rekayasa sosial,” kata Teguh.

Pengajuan proposal online pun dibuka sejak Senin (17/2/2020)-Sabtu (30/5/2020) pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) pada https://www.dipi.id/rispro-international-collaboration-call-announcement/.

Lebih lanjut, panduan teknis pengajuan dapat dilihat pada https://www.ristekbrin.go.id dan https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/riset-unduhan/

Direktur Utama LPDP Rionald Silaban berharap, skema tersebut mendorong kolaborasi periset nasional dengan diaspora dalam rangka meningkatkan kualitas riset nasional.

Baca juga: Hadapi Corona, Badan Riset Serahkan 2 Hasil Inovasi ke BNPB

Rional juga berharap, program tersebut memberi ruang kontribusi bagi diaspora untuk turut membangun kemandirian teknologi dan daya saing iptek nasional, terutama dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Temui LPAI, Menparekraf Bicara soal Dampak Buruk Game Online dan Nasib Anak Bangsa

Temui LPAI, Menparekraf Bicara soal Dampak Buruk Game Online dan Nasib Anak Bangsa

Edu
15 SMA Swasta Terbaik di Jogja, Nomor 1 Sekolah Khusus Laki-laki

15 SMA Swasta Terbaik di Jogja, Nomor 1 Sekolah Khusus Laki-laki

Edu
Mendikbud Minta PTN Kembalikan Kelebihan Bayar UKT Mahasiswa

Mendikbud Minta PTN Kembalikan Kelebihan Bayar UKT Mahasiswa

Edu
Gelar 'Mini Workshop', Pulpenmas Institute Ajak Sekolah Mulai Perhatikan 'Customer Experience'

Gelar "Mini Workshop", Pulpenmas Institute Ajak Sekolah Mulai Perhatikan "Customer Experience"

Edu
Seluruh Lulusan Kelas 2024 Sinarmas World Academy Diterima di Universitas Top Dunia

Seluruh Lulusan Kelas 2024 Sinarmas World Academy Diterima di Universitas Top Dunia

Edu
7 Program Prioritas Kemenag bagi Guru dan Tendik 2024, Salah Satunya Insentif

7 Program Prioritas Kemenag bagi Guru dan Tendik 2024, Salah Satunya Insentif

Edu
11 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi di Tangsel, Referensi PPDB 2024

11 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi di Tangsel, Referensi PPDB 2024

Edu
UKT Batal Naik, Mendikbud Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

UKT Batal Naik, Mendikbud Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

Edu
PPDB Jabar 2024: Cek Dokumen yang Dibutuhkan dan Kuota Semua Jalur

PPDB Jabar 2024: Cek Dokumen yang Dibutuhkan dan Kuota Semua Jalur

Edu
Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Edu
Kisah Nikita, Sempat Alami Diskriminasi karena Disabilitas, Kini Lulus dari UGM

Kisah Nikita, Sempat Alami Diskriminasi karena Disabilitas, Kini Lulus dari UGM

Edu
20 SMA Terbaik di DKI Jakarta, Referensi Daftar PPDB 2024

20 SMA Terbaik di DKI Jakarta, Referensi Daftar PPDB 2024

Edu
Selain Batalkan Kenaikan UKT, Kemendikbud Juga Minta PTN Lakukan Ini

Selain Batalkan Kenaikan UKT, Kemendikbud Juga Minta PTN Lakukan Ini

Edu
LPDP Tahap 2 Dibuka Juni, Ini Perbedaan LPDP Reguler dan LPDP PTUD

LPDP Tahap 2 Dibuka Juni, Ini Perbedaan LPDP Reguler dan LPDP PTUD

Edu
BEM SI Minta Kemendikbud Revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 soal UKT

BEM SI Minta Kemendikbud Revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 soal UKT

Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com