KILAS

Riset dan Inovasi Diaspora Tahun Ini Diarahkan pada Penanganan Covid-19

Kompas.com - 13/04/2020, 11:43 WIB
Menristek sekaligus Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, saat me-launching Skema Riset Inovasi Diaspora Indonesia Pendukung Penanganan Pandemi Covid-19. DOK. Humas Kementerian Riset dan TeknologiMenristek sekaligus Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, saat me-launching Skema Riset Inovasi Diaspora Indonesia Pendukung Penanganan Pandemi Covid-19.

KOMPAS.com – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ka-BRIN) Bambang PS. Brodjonegoro menyatakan, setiap penelitian harus memberi kontribusi ilmiah yang signifikan bagi ilmu pengetahuan, dan menjadi solusi permasalahan nasional.

Hal tersebut dikatakan Bambang, saat me-launching program Skema Kolaborasi Riset-Inovasi Diaspora Indonesia, melalui konferensi video di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Untuk diketahui, program tersebut bertujuan memperkuat inovasi dan membangun ekosistem riset di Indonesia, sehingga diaspora Indonesia dapat meneliti dan bermitra dalam melahirkan invensi dan inovasi.

“Diaspora Indonesia tersebar di seluruh dunia. llmuwan diaspora merupakan jembatan yang akan membawa ilmuwan dalam negeri menuju gerbang pengetahuan dunia. Keberadaan mereka juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat bertanya,” kata Bambang, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Hadapi Corona Riset Lintas Ilmu Perlu Diutamakan, Mengapa?

Melihat kondisi negeri, riset dan inovasi diaspora tahun ini diarahkan untuk mendukung penanganan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

“Bisa dari berbagai bidang ilmu baik public healthmedicine, engineering, pemanfaatan big data, penanganan masalah ekonomi setelah pandemi berakhir, ketahanan sosial masyarakat dan selanjutnya,” kata Bambang.

Untuk program tersebut, pemerintah menganggarkan dana maksimal Rp 2 miliar per tahun dengan durasi 3 tahun.

Dana tersebut berasal dari pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP), dan dikelola Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia ( DIPI) yang bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek atau BRIN.

Baca juga: Hikmah Pandemi Covid-19 terhadap Riset dan Pengetahuan

Sementara itu, Direktur Eksekutif DIPI Teguh Raharjo mengatakan, skema tersebut bertujuan untuk mempercepat temuan nasional melalui kolaborasi penelitian internasional.

Peneliti yang dapat mengusulkan pendanaan melalui skema tersebut adalah kelompok riset yang berasal dari kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X