Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/04/2020, 14:50 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Proses belajar yang kini sepenuhnya dilakukan dari rumah, rentan membuat murid kehilangan semangat belajar. Tak adanya patokan waktu hingga guru yang tak hadir untuk mengajar, bisa menjadi sejumlah alasan.

Tak ingin kebiasaan belajar murid hilang, guru kelas 5 pelajaran Social Studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Cikal Lucia Astri melakukan sejumlah langkah agar murid-muridnya tetap antusias untuk belajar layaknya di sekolah.

Ia mengatakan, Sekolah Cikal yang saat ini tengah mengadakan online learning, memiliki sejumlah cara agar murid tetap semangat belajar juga meski berada di rumah.

Salah satunya ialah menerapkan timetable atau jadwal belajar harian yang sama dengan saat di sekolah. Sehingga pembiasaan di sekolah tak pudar.

"Kita punya timetable yang sama dengan sekolah keseharian, jadi murid-murid tetap belajar bersama guru,” ujar Lucia Astri dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Baca juga: Senin Depan, Program Belajar PAUD hingga SMA di TVRI Mulai Jam 8 Pagi

Dalam prosesnya, murid memulai pembelajaran daring dengan melakukan absensi seperti biasa di kelas dalam keseharian kegiatan sekolah. Setelah itu, murid memulai proses belajar dengan pemberian tugas.

“Kelas dimulai dengan absensi murid, jadi walau secara online, murid tetap harus datang dan
bersekolah seperti biasa," papar Astri.

Setelah absensi, guru melanjutkan dengan memberikan tugas daring dan langsung dikerjakan oleh murid saat itu juga.

"Kalau mereka sudah selesai, mereka pun mengumpulkannya secara online,” ucap Astri.

Setelah mengerjakan dan mengumpulkan, lanjut Astri, guru berperan untuk memberikan masukan dan tanggapan melalui konferensi video yang dilakukan secara individual alias satu per satu.

Baca juga: Anak Sulit Pakai Masker dan Cuci Tangan? Pakai Tips dari Najelaa Ini

Dengan begitu, saat murid alami kesulitan, maka ia bisa bertanya langsung pada gurunya.

Conference dengan murid ditujukan untuk berdiskusi tentang tugas yang dikerjakan, ketika ada yang perlu direvisi, mereka akan merevisi dan mengumpulkan kembali. Guru akan mengecek tugasnya di akhir,” tambahnya.

Salah satu murid bernama Alula, menyatakan bahwa melalui metode tersebut, ia merasakan situasi yang sama seperti di sekolah.

“Bagiku menyenangkan, Aku menyukainya. Ketika belajar online kita bisa tetap belajar bersama seperti di sekolah, ” ujar Alula, murid kelas 5 Sekolah Cikal.

“Melalui online learning, murid-murid tetap antusias mengeksplorasi materi pembelajaran dengan dukungan guru dan orangtua mereka,” imbuh Astri.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com