8 Tips Berbicara tentang Virus Corona dengan Anak-anak

Kompas.com - 23/03/2020, 07:00 WIB
Anak-anak bermain di fasilitas permainan yang berada di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020). Wajah baru taman puring menarik perhatian warga bermain di wilayah taman tersebut. KOMPAS.com/M ZAENUDDINAnak-anak bermain di fasilitas permainan yang berada di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020). Wajah baru taman puring menarik perhatian warga bermain di wilayah taman tersebut.

KOMPAS.com - Indonesia saat ini tengah menghadapi wabah pandemi corona. Berdasarkan data dari covid19.go.id, tercatat 514 orang positif corona, 29 orang sembuh, dan 48 orang meninggal akibat corona.

Wabah corona sangat mungkin membuat masyarakat panik. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun rentan terkena virus corona.

Anak-anak mungkin kesulitan memahami seputar virus corona di media massa, media sosial,  TV, maupun informasi dari orang lain. Oleh karena itu, anak-anak bisa sangat rentan menjadi cemas, stres dan sedih di situasi saat ini.

Tetapi berdiskusi terbuka dengan anak-anak Anda dapat membantu mereka memahami, mengatasi, dan bahkan memberikan kontribusi positif bagi orang lain.

Berikut tips untuk menenangkan dan mengedukasi anak-anak tentang corona seperti dikutip dari Unicef Indonesia.

1. Berikan pertanyaan terbuka dan dengarkan mereka

Mulailah dengan mengajak anak Anda berbicara tentang topik ini. Cari tahu seberapa banyak mereka memiliki pemahaman tentang topik ini, dan ikuti arahan mereka.

Jika mereka masih kecil dan belum pernah mendengar tentang coronavirus, Anda tidak perlu membahasnya. Anda hanya perlu mengingatkan mereka tentang kebiasaan menjaga kebersihan tanpa perlu menimbulkan ketakutan baru.

Pastikan Anda dan anak berada di lingkungan aman yang memungkinkan anak Anda berbicara dengan bebas. Menggambar, membacakan cerita, dan aktivitas lainnya dapat membantu membuka percakapan.

Baca juga: Belajar dari Rumah, Ini Tips untuk Ibu yang Berjuang Sendirian Mendampingi Anak

Yang terpenting, jangan menganggap kecil atau menghindari keresahan mereka. Pastikan Anda mengakui perasaan mereka dan meyakinkan mereka bahwa wajar untuk merasa takut tentang hal-hal ini.

Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan memberi mereka perhatian penuh, dan pastikan mereka mengerti bahwa mereka dapat berbicara dengan Anda dan guru mereka kapan pun mereka mau.

2. Jujurlah: jelaskan fakta dengan cara yang ramah anak

Anak-anak memiliki hak atas informasi yang benar tentang apa yang sedang terjadi di dunia, tetapi orang dewasa juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga mereka aman dari kegelisahan.

Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia, perhatikan reaksi mereka, dan peka terhadap tingkat kecemasan mereka.

Jika Anda tidak dapat menjawab pertanyaan mereka, jangan menebak. Gunakan itu sebagai kesempatan untuk mencari jawaban bersama.

Situs dari organisasi internasional, seperti UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah sumber informasi yang bagus.

Jelaskan bahwa beberapa informasi online tidak akurat, dan yang terbaik adalah mempercayai para ahli.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X