364 Mahasiswa Unpad Masih di Asrama, Kampus Suplai Makanan dan Obat-obatan

Kompas.com - 22/03/2020, 20:34 WIB
Gedung asrama Universitas Padjajaran Dok. UnpadGedung asrama Universitas Padjajaran

KOMPAS.com - Universitas Padjajaran ( Unpad) memberlakukan aturan keluar masuk kampus terbatas untuk pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan Unpad. Hal itu menyebabkan 364 mahasiswa yang masih tinggal di Asrama Mahasiswa Bale Wilasa Jatinangor harus tetap tinggal di asrama dan tak bisa keluar.

"Dalam kondisi sekarang, mahasiswa yang masih di asrama harus tetap tinggal. Untuk mereka, Unpad akan menyuplai pemenuhan kebutuhan sehari-sehari mereka" kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Satriadi dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data Unpad, data jumlah mahasiswa yang masih menetap di asrama per tanggal 20 Maret 2020 berjumlah 364 orang yang tersebar di 15 asrama di Unpad Jatinangor. Dari 913 orang total penghuni asrama, 599 sudah pulang.

"Mereka sedapat mungkin banyak berdiam di tempat masing-masing, sambil melakukan perkuliahan jarak jauh (daring)," kata Dandi.

Terkait pemulangan mahasiswa yang masih tinggal di asrama ke rumah masing-masing, Unpad akan memberitahukan lebih lanjut. Selama masa perkuliahan jarak jauh, lanjut, Dandi, harus tinggal di asrama.

Pihak Unpad bekerjasama dengan donatur akan memberikan suplai kepada mahasiswa di asrama berupa obat-obatan dan makanan. Suplai tersebut dikelola oleh dosen-dosen dan tendik yang tergabung dalam Pusat Riset Kebencanaan berintegrasi dengan Satgas Covid-19 Unpad.

"Yang sekarang tinggal di asrama adalah (mahasiswa) yang belum akan pulang, namun sudah terbentur kebijakan harus tinggal di kediaman masing-masing. (Kebijakan ini) utamanya untuk mencegah penyebaran virus dan mencegah mereka membawa virus dari luar," kata Dandi kepada Kompas.com.

Baca juga: Cegah Corona, Unpad Berlakukan Pelayanan Akademik Online dan Larang Mahasiswa ke Kampus

Keputusan pembatasan akses keluar dan masuk kampus tertuang dalam surat edaran bernomor 216/UN6.WR2/TU/2020 yang ditandatangi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber daya dan Keuangan, Ida Nurlinda.

Surat tersebut ditujukan untuk dekan, direktur, kepala satuan, kepala kantor, kepala pusat, dan kepala laboratorium sentral di lingkungan Unpad.

Pihak Unpad juga meminta Pimpinan Unit Kerja di Fakultas, Sekolah Pascasarjana, PSDKU Pangandaran, dan Program studi keperawatan di Garut melarang mahasiswa untuk datang ke kampus dengan alasan apapun,kecuali atas izin tertulis dari Ketua Program Studi.

Unpad meminta seluruh pihak di lingkungan Unpad berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan gedung dan ruangan dalam keadaan terkunci, dan mendapatkan pengamanan yang diperlukan selama pelaksanaan pengurangan aktivitas kampus. Kebijakan ini berlaku sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut dari pimpinan Unpad.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X